UPDATE Gempa Banten, BPBD Data 738 Bangunan Rusak, Berlakukan Status Tanggap Darurat

BPBD Pandeglang mendata setidaknya 738 bangunan rusak akibat gempa Banten, Jumat (14/1/2022). Pemerintah daerah memberlakukan status tanggap darurat.

TribunBatam.id/Istimewa via TribunBanten.com/Nurandi
Kondisi rumah di Kabupaten Lebak Banten rusak berat setelah gempa bumi, Jumat (14/1/2022). 

TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang menetapkan status tanggap darurat gempa.

Status ini berlaku selama 2 pekan kedepan setelah gempa bumi dengan magnitudo 6,7 pada Jumat (14/1/2022) sore.

Status tanggap darurat, ditetapkan untuk penanganan pasca-gempa dan pelayanan bagi korban gempa.

Tenda logistik bantuan sudah dikirimkan BPBD Pandeglang pada Jumat (14/1/2022) malam.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang juga mencatat ada 738 bangunan yang rusak.

Kepala BPBD Kabupaten Pandeglang, Girgi Jantoro, mengatakan kerusakan bangunan tersebar di 28 kecamatan dan 113 desa.

Baca juga: Gempa Banten, BNPB Data 257 Rumah Rusak, Letjen TNI Suharyanto Tinjau Lokasi Gempa

Baca juga: Gempa Saat Karantina, Atta Halilintar Bingung, Aurel Hermansyah Pasrah Dengan Kandungan

Bangunan yang rusak sebagian besar adalah rumah, fasilitas umum, dan bangunan sekolah.

Bangunan sekolah yang rusak parah terjadi di Kecamatan Sumur.

Pemkab Pandeglang terus mengerahkan bantuan dari BPBD dan Dinas Sosial Pandeglang.

Jumlah yang rusak ringan, sedang, dan berat ada 263 rumah, 10 sekolah, satu puskesmas, satu masjid, satu pesantren, dan tiga kantor desa.

"Kami masih monitoring dan pendataan,” katanya saat dihubungi TribunBanten.com, Sabtu (15/1/2022)

Dari data sementara belum ada laporan korban jiwa.

Namun, dua warga terluka akibat runtuhan rumah saat menyelamatkan diri.

Keduanya sudah ditangani di puskesmas setempat.

Kecamatan Sumur, Cimanggu, dan Cikeusik adalah daerah paling parah terdampak, karena sangat dekat dengan pusat gempa.

Pemkab Pandeglang menetapkan status tanggap darurat gempa terhitung 14 hari ke depan.

Baca juga: Dampak Gempa Banten, BPBD Pandeglang Data 17 Kecamatan, Terasa Hingga Mal Taman Anggrek

Baca juga: 2 Kali Gempa Guncang Banten, BMKG Data Sementara Kerusakan, Pasien RS Berhamburan Keluar

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelumnya mencatat, setidaknya 257 unit rumah rusak akibat gempa bumi itu.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menuturkan, data tersebut dihimpun Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) BNPB hingga Sabtu (15/1) per pukul 00.25 WIB.

Rincian data kerusakan paling banyak adalah di Kabupaten Pandeglang dengan total rumah rusak berat ada sebanyak 26 unit.

Rusak sedang 33 unit, rusak ringan 131 unit, termasuk 10 unit sekolah, 1 Puskesmas, 1 pabrik, 1 kantor pemerintahan, 1 tempat ibadah dan 1 tempat usaha.

Kabupaten Serang melaporkan 16 unit rumah rusak sedang. Kemudian di Kabupaten Lebak ada sebanyak 12 unit rumah rusak berat, 3 unit rusak sedang, 21 rusak ringan dan 3 unit bangunan sekolah.

Di samping itu juga dilaporkan satu warga mengalami luka ringan terdampak gempabumi. Selanjutnya di Kabupaten Sukabumi ada 3 unit rumah rusak sedang dan 6 unit rumah rusak ringan serta di Kabupaten Bogor terdapat 8 rumah rusak sedang," tutur Abdul.

Abdul memaparkan, bahwa guncangan gempabumi dirasakan pada 11 wilayah.

Baca juga: Gempa Baru Saja Terjadi di Jakarta, Warga Berhamburan Keluar

Baca juga: Empat Gempa Guncang Halmahera Utara Dalam 3 Hari Berturut-turut, Berikut Faktanya

Gempabumi yang berpusat di 7.21 LS dan 105.05 BT pada kedalaman 40 kilometer itu dirasakan kuat selama 2-4 detik di 11 lokasi di wilayah barat Pulau Jawa dan Selatan Pulau Sumatra.

"Guncangan itu membuat masyarakat berhamburan keluar ruangan untuk menyelamatkan diri dari hal yang tidak diinginkan," ucap Abdul seperti dilansir Tribunnews.com, Sabtu (15/1/2022).

Rinciannya meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, Kota Serang dan Kabupaten Lebak di Provinsi Banten. Kemudian Kabupaten Cianjur.

Kemudian Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bogor, Kota Bogor dan Kota Depok di Jawa Barat. Selanjutnya adalah Provinsi DKI Jakarta dan Kabupaten Lampung Barat.

"Sebagai antisipasi, masyarakat diharapkan agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa. Diimbau juga agar masyarakat tetap tenang dan memastikan informasi resmi bersumber dari pihak yang dapat dipertanggungjawabkan," ujar Abdul.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto rencananya akan meninjau langsung lokasi terdampak gempabumi di Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (15/1/2022) pagi.

Peninjauan tersebut dilakukan Suharyanto setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan kerja di tiga tempat, yakni Bali, Banyuwangi dan Lumajang sejak Kamis (12/1/2022).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengungkap jika terdapat 5 kali gempa susulan di Banten.

Baca juga: Gempa Baru Saja Terjadi Magnitudo 6,7 di Banten, Terasa hingga Pamulang

Baca juga: Empat Gempa Guncang Halmahera Utara Dalam 3 Hari Berturut-turut, Berikut Faktanya

Meski memastikan gempa tidak berpotensi tsunami, namun gempa memiliki magnitudo 5,7.

Gempa susulan diketahui terjadi Jumat (14/1/2022) hingga pukul 17.20 WIB.

Badan Meteorologi Klimtologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mencatat gempa di selatan Banten.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M 6,7.

Dengan episenter gempabumi terletak pada koordinat 7,21° LS ; 105,05° BT.

Tepatnya pada jarak 132 km arah Barat Daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten pada kedalaman 40 Km.

Hingga saat ini sudah ada laporan dampak kerusakan di Kecamatan Munjul dan Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.(TribunBatam.id)(TribunBanten.com/Nurandi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Gempa Banten

Sumber: TribunBanten.com

Sumber: Tribun banten
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved