Breaking News:

LINGGA TERKINI

Fakta Suram Pendidikan Lingga, Murid Numpang Belajar di Rumah Guru, Ambil Air Masih Timba

Potret suram pendidikan di Kabupaten Lingga Kepri masih saja terlihat. Di salah satu sekolah dasar ini contohnya.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Febriyuanda
Aktivitas SD 011 Desa Langkap, Kecamatan Singkep Barat, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri. Sekolah ini masih kekurangan ruang belajar sehingga membuat sejumlah pelajar terpaksa menumpang di rumah dinas guru hingga kepala sekolah. 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Sektor pendidikan di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri masih butuh perhatian.

Padahal amanah Undang Undang sudah mengalokasikan 20 persen dari APBD untuk dunia pendidikan.

Ini dipertegas dengan amanat UUD 1945 pasal 31 ayat (4) dan UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 49 ayat (1).

Kondisi Sekolah Dasar 011 di Desa Langkap, Kecamatan Singkep Barat ini misalnya.

Murid di sekolah ini terpaksa harus menggunakan rumah dinas guru dan kepala sekolah untuk belajar.

Baca juga: Jaksa Masuk Sekolah di Anambas, Kejaksaan Kenalkan Persoalan Hukum ke Generasi Muda

Baca juga: Ikut Nikmati Hasil Korupsi Mantan Kepala Sekolah, Sejumlah Guru SMAN 1 Batam Kembalikan Rp 119 Juta

Ini bukan tanpa sebab. Sekolah ini masih kekurangan tiga kelas untuk kegiatan belajar mengajar.

Tidak hanya ruang kelas, pantauan TribunBatam.id, air cuci tangan dan toilet di SD ini masih diambil dari sumur dengan cara menimba.

Di sisi lain, beberapa kondisi bangunan ini tampak rusak, yang memerlukan rehab segera.

Kepala SD 011 Desa Langkap, Mei Sukro Adi Yanto menyebutkan, saat ini ruang kelas di SD 011 ada empat yang tersedia dan difungsikan.

Dari ke empat ruangan tersebut, satu ruangan digunakan untuk majelis guru, sehingga ada 3 ruang untuk proses belajar mengajar siswa.

Dengan keterbatasan ruangan kelas ini, maka dia bersama guru berinisiatif menggunakan rumah Dinas Guru dan Kepala Sekolah dijadikan ruang kelas.

"Karena kita tidak ada ruangan lagi, maka saya fungsikan rumah dinas guru dan kepala sekolah dijadikan ruangan kelas," jelasnya saat diwawancarai TribunBatam.id baru-baru ini.

Baca juga: NYARIS Tertunda, Mulai Hari Ini Sekolah di Batam Akhirnya Belajar Tatap Muka 100 Persen

Baca juga: Suami Pergoki Istrinya Selingkuh di Hotel, Alasan Ngantar Anak ke Sekolah Tapi Tak Pulang ke Rumah

Setidaknya, ada 50 siswa yang berada dalam naungannya di SD 011.

Satu kelas diisi dengan 4 siswa, 5 ataupun 8, siswa dari pesisir itu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved