Breaking News:

Terungkap, Calon PMI Ilegal di Karimun Bayar Rp 6,5 Juta Demi Bekerja di Malaysia

Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Binsar Samosir bilang, ketujuh calon PMI Ilegal itu membayar Rp 6,5 juta demi sampai ke Malaysia

Penulis: Yeni Hartati | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/YeniHartati
Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Binsar Samosir 

KARIMUN, TRIBUNBATAM.id - Satpolairud Polres Karimun menggerebek lokasi penampungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Pulau Judah, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, Senin (17/1/2022) lalu.

Dari penggerebekan itu, polisi mengamankan 7 calon PMI ilegal yang akan diberangkatkan ke negeri jiran Malaysia, dan seorang pelaku berinisial R.

7 calon PMI ilegal itu berasal dari 4 provinsi berbeda.

Kasat Polairud Polres Karimun, AKP Binsar Samosir menjelaskan, ketujuh calon PMI Ilegal tersebut harus membayar Rp 6,5 juta hingga sampai ke Malaysia.

"Dari keterangan yang kami dapatkan bahwa calon PMI yang berasal dari Aceh, NTT, Makasar dan Jawa itu harus membayar Rp 6 sampai 6,5 juta untuk sampai ke Malaysia," ucap AKP Binsar Samosir pada Tribunbatam.id, Rabu (19/1/2022).

Namun setelah membayar ongkos yang diminta dengan akan diberangkatkan, para calon PMI tersebut justru ditempatkan di sebuah tempat penampungan milik pelaku R.

"Pelaku R ini sudah sering menampung para PMI ilegal yang akan bekerja ke Malaysia. Diketahui sudah empat kali menampung calon PMI ilegal," tambahnya.

Baca juga: Polisi Gerebek Lokasi Penampungan PMI Ilegal Tujuan Malaysia di Pulau Judah Karimun

Baca juga: Polda Kepri Gandeng Polisi Malaysia Ungkap Sindikat Penyelundupan PMI Ilegal dari Batam

Sementara, terkait calon PMI Ilegal yang diamankan di Batam beberapa waktu lalu, pihaknya mengaku masih harus mendalami kasus tersebut.

"Kemungkinan besar ada keterkaitan. Namun berbeda kasus seperti yang meninggal di Johor lalu," terangnya.

Sedangkan untuk penanganan calon PMI tersebut sudah dilakukan koordinasi bersama dengan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Kabupaten Karimun.

Diketahui saat dilakukan penggerebekan oleh personel Satpolairud, para PMI Ilegal tersebut dalam kondisi sehat dan sebagian mencoba kabur ke hutan sekitar Pulau Judah.

"Kondisi calon PMI tersebut baik, namun saat anggota lakukan operasi sebagian dari mereka (Calon PMI Ilegal-red) kabur ke hutan, namun berhasil kami amankan," terangnya.

Lebih lanjut, AKP Binsar Samosir memberikan masukan serta imbauan kepada pelaku atau korban calon PMI Ilegal yang bekerja di luar negeri.

"Kami memberikan masukan kepada korban yang termasuk kasus penipuan untuk tidak takut dan tidak perlu lari, karena ini merupakan negara mereka apabila dari personel melakukan operasi," terangnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved