Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Menparekraf Takjub Pesona Pulau Penyengat, Sandiaga Disambut Hangat Masyarakat

Menparekraf Sandiaga Uno dibuat takjub dengan pesona Pulau Penyengat. Ia menyebut Pulau Penyengat cocok jadi kawasan wisata berbasis 3S

tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengunjungi Pulau Penyengat, Sabtu (22/1/2022) 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Menutup agenda kunjungan kerjanya di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyempatkan diri berkunjung ke pulau bersejarah Penyengat Inderasakti, Kota Tanjungpinang, Sabtu (22/1/2022).

Masih didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad, setiba di Pelabuhan Penyengat, Menteri Sandiaga bersama Ansar kompak duduk berdua menaiki kendaraan becak motor sembari melambaikan tangan.

Mereka menyapa masyarakat dan pedagang kuliner di kawasan pelabuhan.

Menparekraf Sandiaga Uno disambut hangat oleh tokoh masyarakat setempat.

Begitu pun dengan tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) dan pemerintahan setempat.

Di Pulau Penyengat, Sandi mendapat lemparan beras dan dikenakan tanjak sesaat menaiki anak tangga menuju Masjid Raya Sultan Riau Pulau Penyengat.

Seolah takjub dengan pesona artistik bangunannya, Sandi tampak serius mendengarkan cerita sejarah berdirinya Masjid Sultan Riau - Lingga di masa kejayaan 1831-1844 tersebut.

Seolah tak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Sandi pun turut melaksanakan salat sunnah bersama Gubernur Ansar di dalam masjid yang dibangun dengan campuran putih telur itu.

Baca juga: Dikunjungi Menteri Sandiaga Uno, Batam Tourism Polytechnic Siap Cetak Generasi Unggulan

Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno: Uji Coba Travel Bubble Diumumkan 24 Januari 2022

Sandi juga sempat mencicipi kuliner khas asli Pulau Penyengat yang dihidangkan oleh tokoh masyarakat setempat seperti nasi dagang, deram-deram dan air dohot bersama Gubernur Ansar.

Menparekraf itu menilai, Pulau Penyengat sangat cocok dikembangkan sebagai kawasan wisata berbasis 3S. Yakni Spirituality (spritual), Serenity (ketenangan), dan Sustainability (keberlanjutan).

"Pulau Penyengat ini sangat berpotensi untuk kita kembangkan ke depan, ini wisata halal atau titik nol sejarah Kesultanan Kerajaan Riau-Lingga yang harus kita kedepankan," ujarnya.

Menurutnya lagi, produk ekonomi kreatif anak-anak milenial dan masyarakat punya potensi untuk dikembangkan. Ada nasi dagang, deram-deram, air dohot dan produk milenial lainnya.

"Saya ingin mengajak wisatawan nusantara untuk berkenjung ke sini dan nantinya kita juga akan kita kembangkan untuk wisatawan mancanegara," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Ansar menerangkan keseriusan pemerintah untuk menata kawasan Pulau Penyengat akan dimulai dari tahun ini dengan memakan total anggaran sebesar Rp 130 miliar.

"Alhamdulillah, untuk tahun ini kita mendapat bantuan Rp 15 miliar dari Islamic Development Bank, Rp 10 miliar dari APBN dan Rp 5 miliar dari APBD," sebutnya.

Ia menerangkan, akses sarana jalan akan dirapikan kembali. Begitu juga penerangan dan termasuk penataan Masjid Raya Sultan Riau-Lingga untuk memperindah situs sejarah tersebut.

"Pak Menteri mungkin nanti kalau datang di tahun 2022 akhir, mudah-mudahan Pulau Penyengat sudah jauh berubah," tukasnya. (Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved