Senin, 4 Mei 2026

CORONA KEPRI

Kasus Covid-19 Mulai Naik Lagi, Wali Kota Batam Minta Dinkes Tingkatkan Tracing

Wali Kota Batam Muhammad Rudi saat ini ada 23 kasus aktif covid-19 di Batam. Melihat tren kasus, Rudi minta kapus dan Dinkes tingkatkan tracing kasus

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Kompas.com
Kasus Covid-19 Mulai Naik Lagi, Wali Kota Batam Minta Dinkes Tingkatkan Tracing. Foto Ilustrasi covid-19 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menjelang akhir bulan Januari 2022, kasus Covid-19 di Batam bertambah cukup pesat.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengungkapkan, hingga kini terdapat 23 kasus positif Covid-19 yang masih aktif.

Melihat perkembangan kasus covid-19 itu, Rudi pun telah memerintahkan seluruh Kepala Puskesmas (Kapus) dan Dinas Kesehatan Batam untuk kembali meningkatkan tracing kasus.

Rudi mengatakan, stok rapid test antigen di Batam masih memadai.

Di samping itu, ia terus mengimbau masyarakat untuk tidak lengah dan selalu menjaga protokol kesehatan ketika sedang beraktivitas.

Ia menekankan, pemakaian masker yang saat ini sudah longgar dijalani masyarakat, agar kembali dilaksanakan secara disiplin.

"Kalau dalam waktu dekat ini ada lonjakan kasus lagi, mau tidak mau pemerintah akan mengambil langkah untuk membatasi kegiatan masyarakat. Maka dari itu, harus selalu pakai masker," tegas Rudi, ketika diwawancarai di Mall Botania 2, Selasa (25/1/2022).

Guna mengantisipasi melonjaknya pasien dalan perawatan, Rudi mengatakan lokasi RSKI Covid-19 Galang, Asrama Haji dan Rumah Susun Badan Pengusahaan (Rusun BP) Batam, terus disiagakan untuk menampung pasien Covid-19.

Baca juga: Capaian Vaksinasi Covid-19 di Natuna, Sebagian Orangtua Masih Tolak Anaknya Divaksin

Baca juga: Pasien Covid-19 di Tanjungpinang Bertambah, Satu Anak Terpapar dari Orangtuanya

Jika RSKI Covid-19 Galang disediakan untuk menampung Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang positif Covid-19, Asrama Haji Batam disiapkan untuk warga Batam positif Covid-19.

Selain itu, Rusun BP Batam juga masih tersedia sebagai tempat karantina.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk tingkatkan protkes. Para ahli memprediksi Omicron ini akan berakhir bulan April, jadi kita punya waktu tiga bulan untuk melakukan pencegahan dini," imbau Rudi.

(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved