Breaking News:

Polisi Batam Tangkap Pemilik Kapal Pembawa PMI Ilegal Terbalik di Johor Malaysia

Dari enam pelaku yang ditangkap polisi Batam, satu di antaranya berperan sebagai pemilik kapal dalam insiden kapal PMI terbalik di Johor Malaysia

Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Ronnye Lodo Laleng
Pelaku perdagangan manusia saat dihadirkan di Polresta Barelang, Jumat (28/1/2022). Satu di antara pelaku berperan sebagai pemilik kapal pembawa PMI ilegal ke Malaysia 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dua dari enam pelaku penyelundupan Pekerja Migran Indonesia ( PMI) yang ditangkap Unit Reskrim Polresta Barelang punya peran penting.

Tidak lain mereka berperan sebagai pemilik kapal dan petugas mengecek kapal yang digunakan untuk mengangkut PMI.

Kedua pelaku tersebut masing-masing bernama Yuslan sebagai pemilik kapal dan Zamri sebagai petugas mengecek kondisi kapal.

Diketahui kedua pelaku tersebut berperan penting dalam insiden kapal terbalik di perairan Pulau Pisang, Johor, Malaysia, Selasa (18/1/2022) lalu.

Yuslan ditangkap polisi di Perum Baloi Lubuk Baja, Batam pada Rabu (19/1/2022) lalu, sedangkan Zamri ditangkap di Pulau Terong.

Kapolresta Barelang, Kombes Nugroho Tri Nuryanto mengatakan, polisi tidak pernah membiarkan adanya praktik PMI Ilegal terjadi di wilayah hukum Polresta Barelang.

"Sesuai dengan perintah Kapolda Kepri, maka kami dari Polresta dan Polsek-polsek akan terus memburu para pelaku penyelundupan PMI," sebut Nugroho saat konferensi Pers, Jumat (28/1/2022).

Dijelaskannya penangkapan tersebut berawal saat penyelidikan dan pengembangan Sat Reskrim Polresta Barelang dan Polsek Belakangpadang.

Baca juga: BREAKING NEWS - Enam Pelaku Penyelundupan PMI Ditangkap Polresta Barelang

Baca juga: Kapal Terbalik di Johor, 13 PMI Ilegal Terapung di Air Berjam-jam, Polresta Barelang Kontak Malaysia

Pengungkapan ini berkat adanya informasi KBRI Johor Malaysia, jika ada kapal tenggelam di Johor yang merupakan kapal milik Indonesia.

Jelang beberapa saat anggota berangkat dari Belakangpadang ke Pulau Terong, dan langsung mengamankan Zamri.

Sementara Yuslan melarikan diri ke rumahnya di Perumahan Baloi Lubuk Baja, dan langsung ditangkap anggota.

Saat diinterogasi, Yuslan mengaku mendapat keuntungan Rp 2 juta per kepala, sedangkan Zamri mendapat Rp 150 ribu per kepala.

Atas perbuatannya, mereka dikenakan pasal 5 dan pasal 7, UU no 21 tahun 2007 tentang perdagangan manusia dengan ancaman penjara maksimal seumur hidup.

"Kami akan terus berburu dan memberantas praktek-praktek PMI Ilegal tersebut hingga tuntas," sebut Nugroho.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved