Breaking News:

Presiden Jokowi Ungkap Kasus Aktif Corona Naik 910 Persen, Minta Evaluasi PTM 3 Daerah

Presiden Jokowi meminta menteri dan lembaga berhati-hati menyikapi kondisi pandemi covid-19 di Indonesia.

Screenshot YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Jokowi mengungkap kondisi kasus aktif covid-19 di Indonesia. 

Yang kedua, Jokowi meminta di bagian hulu dilakukan pencegahan transmisi lokal.

Terutama di enam provinsi yang menjadi penyumbang kasus aktif yang terbesar.

Dia meminta agar kondisi enam provinsi itu betul-betul dimonitor dengan ketat.

"Tetapi juga masyarakat ditenangkan dan tidak usah panik, tapi harus tetap waspada. Kemudian juga disiplin protokol kesehatan bersama TNI dan Polri, terutama 3M yang masif dan juga pelacakan kontak erat. Ini seperti yang sudah kita lakukan," lanjutnya.

Yang ketiga, kepala negara meminta pihak terkait disiplin dalam melakukan pengetatan di pintu-pintu masuk dan pelaksanaan proses karantina yang benar dari luar negeri.

Sebab, Jokowi mengaku masih mendengar informasi ada permainan dalam teknis pelaksanaan karantina pelaku perjalanan luar negeri.

Baca juga: Siswa SMAN 4 Batam Kena Covid-19 Bukan dari Sekolah, Ini Penjelasan Kadinkes

Baca juga: TERUNGKAP Saat Lepas Ekspor SGA, Presiden Jokowi Kaget Lihat Perkembangan PT BAI Bintan

"Saya masih mendengar dan ini saya minta Kapolri untuk mengusut tuntas permainan yang ada di karantina. Sudah, karena saya sudah mendengar dari beberapa orang asing komplain ke saya mengenai ini. Yang terakhir, terkait dengan vaksin. Saya minta terus dipercepat vaksinasi yang (dosis) satu, dua, tetapi juga saya minta vaksinasi booster juga terus dipercepat, utamanya capaian vaksinasi bagi anak 6-11 tahun dan bagi lansia," tambahnya.

GESA Capaian Vaksinasi Corona

Banyak cara dibuat sejumlah pihak untuk mengantisipasi kasus baru covid-19 di Batam.

Seperti yang dibuat Badan Intelijen Daerah (Binda) Kepri ini.

Bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, mereka menggelar vaksinasi corona srentak dengan sasaran anak usia 6 hingga 11 tahun, Senin (31/1/2022).

Kegiatan vaksinasi tersebut merupakan tindak lanjut atas pelaksanaan vaksinasi yang digelar sebelumnya pada Desember 2022.

Ditargetkan sebanyak 3.000 anak mengikuti vaksinasi dosis II yang digelar di SDN 004 dan SDN 013 Sekupang, SDN 002 Nongsa, SDN 001 Batuaji dan MI Nurul Amanatul Haq Sekupang.

Kabinda Kepri Brigjen Pol. R. C. Gumay melalui Kabagops Binda Kepri, Kolonel Chb. Komara Manurung menerangkan, kolaborasi bersama Pemerintah Daerah dalam mengejar target capaian vaksinasi di wilayah Provinsi Kepri akan terus dilanjutkan sepanjang tahun 2022.

Baca juga: Cerita Emak-emak di Bintan Nekat Terobos Paspampres Demi Foto dengan Presiden Jokowi

Baca juga: Presiden Jokowi Didampingi Gubernur Kepri Melepas Ekspor SGA Perdana 2022 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved