BATAM TERKINI
TOTAL Kasus Omicon di Batam Sudah 13 Pasien, Termasuk PMI dan Seorang Guru
Saat ini, jumlah kasus covid-19 yang terdeteksi sebagai varian omicron di Batam totalnya sudah 13 kasus.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Saat ini, jumlah kasus covid-19 yang terdeteksi sebagai varian omicron di Batam totalnya sudah 13 kasus.
Jumlah itu termasuk kasus dari PMI yang ditemukan di Batam. Artinya, kasus omicron di Batam ini merupakan gabungan kasus lokal dan dan PMI.
Kepala Dinas Kesehatan Batam, dr Didi Kusmajardi mengungkapkan, beberapa hari yang lalu, seorang guru dari SMAN 23 Batuaji, Batam, terkonfirmasi probable Omicron.
Guru tersebut sebelumnya memperoleh hasil positif dari rapid test Antigen yang dijalankan Tim Surveillance.
Kemudian, yang bersangkutan pun memeriksakan diri melalui PCR test di RSBP Batam, yang juga diperoleh hasil positif.
Sampel tersebut pun lalu dibawa untuk screening Omicron.
"Sejak ada varian baru ini, setiap sampel positif selalu kami screening Omicron," ujar Didi.
Baca juga: 5 PMI Transit di Batam Positif Covid-19 Diisolasi di RSKI Galang, Total 67 Pasien Dirawat
Baca juga: Ada 11 Pelayaran hingga Sore Hari, Berikut Jadwal Kapal di Pelabuhan Domestik Karimun, Selasa (1/2)
Sementara itu, terkait kenaikan kasus covid-19 di Batam. Saat ini sudah mulai memasuki lingkungan sekolah. Meskipun penyebarannya tidak terjadi di sekolah.
Termasuk adanya seorang siswa SMAN 4 Batam yang positif covid-19, Sabtu (29/1/2022) lalu.
Didi memastikan, siswa tersebut diketahui tidak terpapar virus Corona dari lingkungan sekolahnya.
Melainkan dari kasus positif lainnya yang merupakan pelaku perjalanan dari Medan, Sumatera Utara.
"Ada satu siswa SMAN 4 beberapa hari lalu, positif Covid-19 Antigen. Tapi kami belum tahu apakah dia terpapar Omicron apa nggak," jelas Didi.
Siswa tersebut diketahui positif Covid-19 dari pemeriksaan rapid test Antigen.
Kemudian, yang bersangkutan baru hari ini menjalani PCR test, dan sedang dikarantina sembari menunggu hasil.
"Kalau dia positif PCR test, maka kami akan screening Omicron," ujar Didi.
Melihat perkembangan kasus covid-19 di Batam yang mulai memasuki area sekolah, Kadinkes mengusulkan agar siswa sekolah kembali melakukan pemberlajaran daring untuk sementara.
Hal ini sebagai langkah antisipasi dan pencegahan agar virus tidak menyebar.
Selama ini, Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Batam memang sudah diselenggarakan dengan pengawasan ketat.
Dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam sendiri, pengawasan yang dijalankan berupa Tim Surveillance yang kerap turun ke sekolah-sekolah dan melakukan pemeriksaan Covid-19 rutin.
"Kami lakukan pengecekan rutin dan acak, sekitar 10 persen dari siswa dan guru diambil sampelnya kemudian diperiksa Antigen," jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmardjadi, ketika dihubungi, Senin (31/1/2022).
Hasil dari pemeriksaan yang selama ini dijalankan, menunjukkan bahwa masih ada beberapa siswa dan guru di lingkungan sekolah yang terpapar Covid-19.
Termasuk adanya 3 siswa dan guru SMAN 23 Batam yang terkonfirmasi positif Covid-19, meski bukan varian baru Omicron.
Beberapa waktu yang lalu, kasus positif Covid-19 juga ditemukan di lingkungan sekolah, yakni di SDN 004 Batu Ampar, dan SMAN 4 Tiban Kampung.
Menurut Didi, sesuai protapnya, sekolah yang mendapati kemunculan kasus positif Covid-19 harus melaksanakan pemeriksaan Antigen massal atau menutup kegiatan PTM-nya.
"Kalau guru yang positif, sekolah itu harus tutup sementara, belajarnya daring. Tapi kalau siswa yang positif, wajib laksanakan Antigen massal," jelas Didi.
Untuk tingkat SMA, Didi telah merekomendasikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau, agar segera melakukan penghentian sementara pembelajaran tatap muka di sekolah yang tenaga pendidiknya terpapar Covid-19.
Sekolah Gelar Antigen Massal
Sebelumnya diberitakan, seorang murid SMAN 4 Batam, Tiban Kampung, Batam, dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19, pada Sabtu (29/1/2022) lalu.
Informasi ini dibenarkan Kepala Sekolah SMAN 4 Batam, Dwi Sulistiyani, ketika dikonfirmasi, Senin (31/1/2022).
Ia mengakui salah seorang siswanya memperoleh hasil positif pada pemeriksaan Covid-19.
"Iya benar, setelah itu kami berkoordinasi dengan Dinkes dan Puskesmas untuk langkah selanjutnya," ujar Dwi.
Setelah adanya temuan itu, SMAN 4 Batam pun menggelar pemeriksaan rapid test Antigen bagi beberapa siswa dan guru serta para pekerja di sekolah. Ada sekitar 170 siswa SMAN 4 yang diperiksa Antigen hari ini.
Dari pemeriksaan itu, ditemukan tambahan seorang siswa dan satu petugas keamanan sekolah positif Antigen.
Alhasil, usai pemeriksaan itu, murid-murid yang datang ke sekolah pun dibubarkan dan diminta pulang kembali ke rumahnya.
"Jadi total di SMAN 4 ada 3 orang yang positif," ujar Dwi.
Selanjutnya, terhadap dua kasus baru yang terkonfirmasi positif Antigen hari ini, diterapkan karantina mandiri, selama kurang lebih seminggu. Selama itu pula, SMAN 4 akan menutup kegiatan belajar tatap muka untuk sementara waktu.
Pembelajaran online pun kembali akan diterapkan mulai hari Rabu mendatang.
Penghentian belajar tatap muka rencananya akan berlangsung selama seminggu, menunggu hasil pemeriksaan PCR test dari dua temuan kasus baru hari ini.
"Protokol kesehatan selalu kami jaga ketat di sekolah, tapi kalau di luar sekolah kami tidak bisa memonitor," tambah Dwi. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/varian-baru-virus-covid-19-omicron.jpg)