Breaking News:

4 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Pengendara Motor Matik

Masih banyak kesalahan yang tanpa sadar dilakukan pengendara motor matik. Kesalahan yang kerap dilakukan pengendara justru membuat motor cepat rusak

Wahana via Kompas.com
Ilustrasi Pengendara Motor Matik - 4 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Pengendara Motor Matik 

TRIBUNBATAM.id - Perkembangan teknologi sepeda motor semakin canggih saat ini.

Jika dahulu sepeda motor bebek atau motor kopling mendominasi, saat ini motor matik makin diminati.

Ada banyak jenis motor matik dan peminatnya pun semakin banyak, dari kalangan usia dan kasta.

Banyaknya peminat sepeda motor matik tak terlepas dari penggunaannya yang lebih mudah.

Selain itu, sepeda motor matik nyaman dikendarai baik itu untuk pria dan wanita, tua maupun muda.

Namun sayangnya masih banyak kesalahan yang tanpa sadar dilakukan pengendara motor matik.

Berikut adalah kesalahan yang kerap dilakukan pengendara sepeda motor matik di Indonesia:

Baca juga: Cara Merawat Motor Matic Agar Tetap Awet, Perhatikan Bahan Bakar hingga Oli Mesin

1. Sering berakselerasi dengan cepat

Hal ini akan menyebabkan beberapa komponen motor menjadi lebih cepat aus.

Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng Oke Desiyanto mengatakan, kebiasaan ini berakibat terhadap komponen mesin, transmisi dan juga ban akan menjadi cepat aus.

"Ini karena selalu mendapat stres (tekanan berlebihan) berulang-ulang. Sebaiknya, dibiasakan membuka gas selalu dengan cara mengurut (bertahap), sehingga kecepatan sesuai dengan kebutuhan," katanya, belum lama ini.

Dengan berakselerasi secara perlahan, Oke menambahkan, membantu mesin mendapatkan pembakaran yang optimal.

Sehingga lebih irit bahan bakar dan komponen lebih awet karena tidak mengalami stres secara berulang.

2. Mengandalkan rem belakang untuk pengereman

Alasannya, tidak sedikit pengendara terutama perempuan yang khawatir ketika menggunakan rem depan motor akan tergelincir dan terjatuh.

Baca juga: Viral Motor Matic Hangus Terbakar di Jalan Gara-gara Hand Sanitizer, Polisi Ungkap Fakta Bebeda

Padahal, menurut Oke, penggunaan rem saat berkendara sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan dan juga jalan yang dilewati.

"Penggunaan rem belakang dilakukan saat menurunkan kecepatan saja dan motor tetap bergerak atau menyesuaikan kebutuhan kecepatan dengan sekitarnya," katanya.

Jika selalu mengandalkan rem belakang saja maka jarak pengereman yang dihasilkan lebih panjang dibanding dengan menggunakan kedua rem secara bersamaan.

"Ini menjadi potensi bahaya jika ruang yang tersedia untuk mengerem hingga berhenti terbatas. Gunakan prosedur pengereman yang benar, sehingga lebih aman dan potensi bahaya rendah," ujarnya.

3. Memutar gas sambil melakukan pengereman

Tidak sedikit pengendara motor matik yang masih mempunyai kebiasaan memutar gas sambil melakukan pengereman.

Tujuannya adalah agar bisa mendapatkan keseimbangan saat berkendara, terutama ketika berkendara dalam kecepatan rendah.

Kebiasaan tersebut bisa berakibat pada komponen pengereman seperti kampas rem serta kopling juga akan lebih cepat aus.

"Untuk mendapatkan keseimbangan saat berkendara perlu latihan. Yakni cara mengolah keterampilan berkendara tanpa kaki turun di kecepatan ekstra rendah atau sangat pelan," ucapnya.

Baca juga: Cara Bikin Motor Matik Irit Bahan Bakar, Ikuti 6 Tips Ini

4. Mengerem mendadak

Melakukan pengereman sebaiknya juga disesuaikan dengan kondisi lalu lintas sekitar.

Hanya saja, masih banyak pengendara motor matik yang tidak menggunakan prediksi saat berkendara.

Mereka cenderung hanya mengandalkan respons terhadap apa yang ada di depannya, sehingga pengendara terbiasa mengandalkan rem secara mendadak untuk bereaksi.

"Akibatnya potensi roda kehilangan cengkraman dengan aspal sangat tinggi dan mengalami ngepot (slide) dan bisa berujung jatuh bahkan terlibat kecelakaan," kata Oke, seperti dilansir dari kompas.com.

Hal ini dikarenakan kompon ban akan cepat terkikis oleh permukaan jalan sehingga ban akan lebih cepat habis alurnya.

"Saat berkendara gunakan pandangan mata minimal sejauh 20 meter ke depan untuk mengumpulkan informasi selengkap dan seluas mungkin, sehingga mampu mengolah merumuskan prediksi bahaya yang bisa terjadi di depan," katanya.

Baca juga: Honda Patenkan Motocompacto, Skuter Listrik Mungil, Ini Penampakannya

.

.

.

(*/ TRIBUNBATAM.id)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved