Breaking News:

BRI Microfinance Outlook 2022: Holding Ultra Mikro Dorong UMKM Bangkit dari Krisis Akibat Pandemi

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menggelar BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis (10/2/2022) pagi.

Penulis: Anne Maria | Editor: Agus Tri Harsanto
tangkap layar YouTube Bank BRI
Dirut Bank BRI Sunarso saat memberikan cinderamata kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Aria Bima dalam acara BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis 10/2/2022. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM- PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (B BRI) menggelar BRI Microfinance Outlook 2022'> BRI Microfinance Outlook 2022, Kamis (10/2/2022) pagi.

Mengangkat tema "Boosting Economic Growth Through Ultra Micro Empowerment", pembahasan mengulas peran usaha mikro sebagai tulang punggung perekonomian nasional.

Seperti diketahui, sejak pandemi Covid-19 melanda baik secara nasional dan global, berbagai pelaku usaha ikut terdampak dalam menjalankan usahanya.

Tak terkecuali para pelaku UMKM. Padahal diketahui UMKM dalam perekonomian nasional merupakan pemain utama dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Aria Bima menyebut berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UMKM, kontribusi UMKM terhadap perekonomian nasional mencapai 61,1 persen, dan sisanya 38,9 persen disumbangkan oleh pelaku usaha besar, yang jumlahnya hanya sebesar 5.550 atau 0,01 persen dari jumlah pelaku usaha.

Kemudian berdasarkan data yang sama, jumlah usaha mikro yang mencapai 98,7% dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia telah menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Sektor usaha mikro berkontribusi terhadap penyerapan 109,84 juta tenaga kerja, atau 89,04% dari total tenaga kerja dan menyumbang 37,35% dari PDB Tahun 2019.

Dengan banyaknya kontribusi tersebut, maka tidak salah jika pemerintah harus terus memfasilitasi tumbuh dan kembangnya sektor UMKM tanah air.

Pemerintah diminta untuk fokus menyelesaikan persoalan mendasar UMKM terutama di pasca recovery pandemi ini. Khususnya dalam hal pendanaan, dan memastikan UMKM tetap tumbuh dan berkembang.

"Ini harus diselesaikan dengan skema yang tepat. Satu di antaranya seperti lahirnya Holding Ultra Mikro ini," ujar Aria Bima dikutip Tribunbatam.id dari siaran langsung BRI Microfinance Outlook 2022'> BRI Microfinance Outlook 2022 di channel youtube Bank BRI.

Berdasarkan data BPS, sebesar 78,5 persen UMKM mengaku pendapatannya menurun akibat berbagai alasan selama masa pandemi.

Di antaranya permintaan berkurang, yang dapat disebabkan karena perubahan waktu operasional hingga perubahan pada struktur pasar ketika masa pandemi.

Pemerintah pun telah melakukan berbagai upaya dalam pemulihan ekonomi para pelaku UMKM tersebut.

Seperti dengan penempatan dana restrukturisasi kredit, pinjaman modal kerja hingga subsidi bunga kredit.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved