Breaking News:

BERITA CHINA

China Berang Umbar Ancaman saat Taiwan Selangkah Lagi Disokong Alutsista Canggih Negeri Paman Sam

Ketegangan antara AS dan China makin panjang, buntut rencana Negeri Paman Sam yang akan menjual peralatan dan layanan militer canggihnya ke Taiwan

KOMPAS
Foto ilustrasi rudal dan iron dome - China Berang Umbar Ancaman saat Taiwan Selangkah Lagi Disokong Alutsista Canggih Negeri Paman Sam 

TRIBUNBATAM.id - Ketegangan Amerika Serikat (AS) dan China sepertinya tak kunjung reda pada 2022 ini.

Belum tuntas adu kuat di Laut China Selatan, dua negara itu terlibat konflik tak berkesudahan tentang Taiwan.

Duta Besar China untuk Amerika Serikat pada bulan lalu bahkan mengatakan, kedua negara adidaya itu bisa berakhir dalam konflik militer, jika Washington mendorong kemerdekaan Taiwan.

Amerika Serikat baru-baru ini telah menyetujui kemungkinan penjualan peralatan dan layanan pertahanan senilai 100 juta US Dollar ke Taiwan.

Penjualan peralatan militer untuk mempertahankan, memelihara dan meningkatkan sistem pertahanan rudal Patriot di Taiwan, kata Pentagon pada Senin (7/2/202).

Di Beijing, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengecam keras tindakan Negeri Paman Sam tersebut.

Baca juga: China Patahkan Harapan Barat Agar Lebih Demokratis, Negeri Panda Disebut Makin Otoriter

Baca juga: China - Rusia Makin Mesra, Serang Balik NATO Pimpinan Amerika Serikat Ihwal Ukraina

" China akan mengambil langkah-langkah yang tepat dan kuat untuk secara tegas menjaga kedaulatan dan kepentingan keamanannya," katanya.

Ditanya tindakan apa yang akan diambil China, Zhao berkata, "Saya ingin meminta semua orang untuk menunggu dan melihat".

China telah memberlakukan sanksi terhadap Lockheed Martin dan perusahaan AS lainnya di masa lalu, karena menjual senjata ke Taiwan, meskipun tidak jelas bentuk hukuman apa yang diambil.

Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara, sebenarnya tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan.

Tetapi Washington adalah pendukung terbesar Taiwan dan terikat oleh hukum untuk menyediakan sarana membela diri.

Para pejabat AS telah mendorong Taiwan memodernisasi militernya, sehingga dapat menjadi "landak", yang sulit diserang China.

Baca juga: China Unjuk Gigi Bikin Amerika Serikat Cemas, Warga Tiongkok Rayakan Imlek di Luar Angkasa

Baca juga: Sejarah Panjang Istilah China, Tionghoa, Imlek di Indonesia Hingga Peran Presiden SBY

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan keputusan untuk mendapatkan rudal Patriot yang lebih baru dibuat selama pertemuan 2019 dengan pejabat AS di pemerintahan Presiden Donald Trump.

Kementerian mengatakan kesepakatan itu diharapkan berlaku dalam waktu satu bulan.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved