LIGA INDONESIA
Fakta Menarik Hasil Persib vs PSIS - Hasil Imbang, Ini Kata Robert Soal Bruno & David da Silva
Fakta Menarik Hasil Persib vs PSIS Semarang di pekan 25 BRI Liga 1 2021-2022 - Hasil akhir imbang, Robert Albert bicara soal Bruno & David da Silva
TRIBUNBATAM.id, DENPASAR - Persib Bandung gagal meraih kemenangan saat menghadapi PSIS Semarang di pekan 25 BRI Liga 1 2021-2022.
Berambisi meraih kemenangan demi menjaga asa bertarung di jalur juara, Persib Bandung hanya mampu mengakhiri pertandingan dengan skor seri 0-0.
Persib Bandung menerima hasil imbang menghadapi PSIS Semarang di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (15/2/2022).
Hasil imbang ini membuat posisi Persib Bandung tidak beranjak dari peringkat 4 klasemen BRI Liga 1 2021-2022 hingga pekan 25..
Persib Bandung kini mengoleksi 47 poin dari 24 pertandingan yang telah dilalui.
Hasil seri ini juga membuat jarak dengan Arema FC yang kini memimpin klasemen menjadi 5 poin.
Baca juga: Fakta Menarik Hasil Persita vs Arema FC, Rekor Arema FC, Gol Carlos Fortes, Kabar Almeida
Hasil imbang ini membuat banyak pendukung Persib Bandung kecewa.
Bobotoh - sebutan pendukung Persib - menyoroti kinerja dua striker anyar Persib Bandung yang belum juga menunjukkan tajinya.
Pelatih Persib Bandung Robert Albert pun memberikan pernyataan terkait kedua pemain tersebut.
Berikut fakta menarik terkait hasil Persib Bandung vs PSIS Semarang:
Soal Taktik Dua Striker Bukan Satu Striker
Hasil imbang Persib melawan PSIS Semarang, menimbulkan pertanyaan soal strategi dan taktik Pelatih Persib Bandung Robert Rene Alberts.
Satu di antaranya adalah dengan skema dua striker yang sejauh ini terlihat belum cukup efektif mencetak gol kemenangan.
Terutama penampilan Bruno Cantanhede dan David da Silva yang terlihat kurang kompak.
Baca juga: Hasil Sporting CP vs Man City, Bernardo Silva Cetak 2 Gol, City Pesta 5 Gol di Portugal
Saat menjadi bomber Persebaya Surabaya beberapa musim lalu, David bermain sebagai striker tunggal sehingga banyak gol yang berhasil diciptakannya.
Sejak bergabung dengan Persib dan berduet dengan Bruno, David belum berhasil menemukan ketajamannya seperti saat di Persebaya.
Saat ditanyakan apa ada peluang memainkan David da Silva sebagai striker tunggal, Robert Albert mengatakan jika mereka punya dua striker kenapa harus pakai satu striker.
"Tentunya ketika mempunyai dua stiker dan berpeluang untuk main dan berkeinginan untuk bisa memenangkan pertandingan dan menciptakan gol, kenapa harus menggunakan satu stiker," ujar Robert dalam sesi jumpa pers virtual setelah pertandingan.
Menurut mantan arsitek tim Arema Indonesia dan PSM Makassar ini, hal yang paling penting bukan soal dua striker atau satu striker.
"Yang terpenting adalah mereka bisa mencetak gol dan bisa memanfaatkan peluang," katanya.
"Ada sesuatu yang membuat itu belum bekerja dengan baik dan kami harus bertanggung jawab agar mereka bisa mencetak gol," ucapnya.
Baca juga: Hasil Manchester United vs Brighton, Cristiano Ronaldo & Bruno Fernandes Cetak Gol, MU Menang
Penyelesaian Akhir Buruk
Pelatih Persib, Robert Alberts, mengaku sangat kecewa dengan hasil imbang pada pertandingan kali ini.
"Kami sudah mencoba berkreativitas dan mendapatkan peluang untuk menjadi gol, tetapi belum berhasil juga," ujar Robert.
Robert mengatakan, beberapa peluang yang diciptakan Persib seharusnya bisa berbuah gol.
Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat Persib harus puas berbagi angka dengan Laskar Mahesa Jenar.
"Kami sangat menunggu sebetulnya gol itu tercipta supaya bisa mendapatkan gol demi gol lagi."
"Tetapi beberapa peluang yang bisa tercipta untuk menjadi gol malah tidak berbuah gol," katanya.
Baca juga: Hasil PSG vs Real Madrid, Lionel Messi Gagal Penalti, Kylian Mbappe Cetak Gol, PSG Menang
Hasil imbang ini tentu membuat Persib semakin sulit untuk bisa menjadi juara.
Sebab tim-tim pesaing seperti Arema FC, Bhayangkara FC, dan Bali United semakin konsisten meraih poin penuh.
Robert juga mengakui hal itu. Namun, ujarnya, dengan sisa 12 pertandingan lagi, Robert masih optimistis skuadnya bisa memenuhi target menjadi juara di akhir musim nanti.
"Klasemen kami masih ada di papan atas dan kami masih menyisakan satu pertandingan, tetapi yang paling penting adalah kami bisa memenangkan setiap pertandingan supaya kami bisa meraih poin demi point sehingga mendekati peringkat yang ada di atas," katanya.
Kritikan pada Bruno Cantanhede
Kritikan keras mengalir dari bobotoh atas penampilan Bruno Cantanhede pada laga melawan PSIS Semarang.
Bruno Cantanhede lagi-lagi gagal memanfaatkan sejumlah peluang menjadi gol.
Padahal secara statisik, Bruno Cantanhede kurang lebih memiliki lima sampai enam peluang untuk mencetak gol.
Namun, usaha rekan-rekannya menciptakan peluang gagal dituntaskan Bruno Cantanhede menjadi gol.
Kritikan pun disampaikan Robert kepada Bruno Cantanhede.
Dia berharap, Bruno Cantanhede bisa tampil lebih efisien dan tenang untuk memanfaatkan setiap peluang yang tersaji.
"Ketika pemain bermain bagus menciptakan kreativitas tentunya dia harus betul-betul bisa memanfaatkan peluang itu menjadi gol dan itu menjadi sesuatu yang kita tunggu termasuk oleh Bruno," katanya.
Dragan: Harusnya Kami Menang
Pelatih PSIS Semarang, Dragan Djukanovic, mengatakan, seharusnya timnya bisa menang karena dua hal.
Menurutnya pertandingan semalam berjalan seimbang.
Para pemain PSIS tampil sangat baik meskipun ada beberapa yang baru pulih dari Covid-19.
"Pertandingan cukup imbang, enam pemain baru kembali dari Covid-19. Namun pemain yang tadi baru kembali dari Covid-19 tetap memberikan 100 persen permainan di malam ini," ujar Dragan dalam sesi jumpa pers virtual, kemarin.
Dragan mengungkapkan, PSIS sebetulnya bisa meraih kemenangan jika wasit berlaku adil.
Sebab ketika kiper Persib, Teja Paku Alam, menjegal penyerang PSIS, Hugh Walsh, pada menit ke-30, kartu merah layak diberikan.
"Bila wasit memimpin dengan bagus mungkin PSIS bisa menang. Di babak pertama ada kejadian Teja sudah menjadi pemain terakhir melanggar pemain PSIS namun wasit tidak memberikan kartu merah dan Jonathan juga harusnya mendapatkan penalti di babak kedua," katanya.
Puji Dewangga
Kredit diberikan Dragan kepada Alfeandra Dewangga yang tampil cukup apik pada laga malam kemarin.
Meskipun pada awal-awal pertandingan, dia sedikit kebingungan bermain di posisi bek kiri.
"Berikutnya Dewangga bermain terus menunjukkan penampilan terbaiknya di babak kedua saya menempatkan Dewa bermain center back."
"Di sana dia bermain cukup bagus karena serangan-serangan Persib berhasil dibuang oleh Dewangga," ujarnya.
Dewangga sendiri beberapa musim lalu hampir bergabung dengan Persib Bandung.
Ia sudah ikut berlatih dan tiba-tiba menghilang. Selanjutnya ia bergabung dengan PSIS Semarang.
.
.
.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dua-striker-persib-bandung-david-da-silva-dan-bruno-cantanhede.jpg)