Senin, 4 Mei 2026

MASTERCHEF INDONESIA 9

Langganan Apron Hitam, Alden MasterChef Indonesia 9 Selalu Perkasa saat Pressure Test

Alden paling sering masuk pressure test di MasterChef Indonesia 9. Namun, setiap mengenakan apron hitam, dia selalu tampil perkasa dan maksimal.

Tayang:
Editor: Eko Setiawan
Instagram @masterchefina
Alden MasterChef Indonesia 9 saat pressure test 

TRIBUNBATAM.id - Alden termasuk salah satu peserta yang paling sering masuk pressure test di MasterChef Indonesia 9.

Pria asal Surabaya ini beberapa kali memakai apron hitam lantaran dinilai gagal mengeksekusi tantangan kedua.

Pada tayangan MasterChef Indonesia 9 episode Sabtu (26/2/2022), lagi-lagi Alden masuk pressure test.

Dia harus melawan tiga peserta lainnya yakni Palitho, Billy dan Indra.

Dalam pressure test kali ini, para peserta harus memasak hidangan dengan bahan dasar burung puyuh atau quail.

Keempat peserta pun berpikir keras untuk menghidangkan quail terbaik.

Bahan makanan protein hewani ini memang gampang-gampang susah untuk diolah.

Kendati mirip dengan jenis unggas lain, daging burung puyuh terbilang tricky.

Daging burung puyuh relatif lebih mudah alot ketimbang daging ayam.

Untuk itu, perlu waktu dan kematangan yang pas saat mengolahnya.

Sebab, bila terlalu matang, dagingnya akan keras dan alot.

Sementara bila masih mentah, daging burung puyuh akan chewy.

Dalam tantangan kali ini, Alden memilih untuk memasak hidangan Roasted Quail dengan beberapa kondimen seperti sayuran yang sama-sama dipanggang.

Pilihan Alden ini rupanya cukup tepat.

Sebab, daging buruh puyuh akan lebih matang merata bila dimasak dengan cara dipanggang di dalam oven.

Sebelum dipanggang, daging burung puyuh itu di pan seared agar mendapatkan warna cokelat yang cantik.

Tak cuma menggunakan daging buruh puyuh, Alden rupanya juga memanfaatkan jeroan burung puyuh untuk dijadikan sate.

Hal ini rupanya menjadi nilai plus tersendiri bagi hidangannya yang begitu meng-highlight daging burung puyuh itu.

Selama 60 menit, seluruh peserta sibuk menyelesaikan hidangannya hingga akhirnya dipanggil maju ke depan.

Alden pun mendapatkan beberapa pujian dan kritikan atas hidangannya itu.

"It's nice, aromatic, ada rosemarynya. Tapi dengan sausnya ini sedikit kurang menyatu ya, kanan kiri," kata Chef Arnold.

Juri keturunan Tionghoa itu lantas memberi saran agar Alden membakar saja daging burung puyuh itu.

Sebab, hasilnya dinilai bakal lebih enak dan menyatu.

"Kalau misalnya quailnya kamu grill, finishing di oven juga, it's okay, aroma smookynya lebih dapat pasti." komentar Chef Arnold.

Menurutnya, cara masak itu akan membuat saus Alden akan lebih menyatu dengan daging buruh yang diolahnya.

"Dengan sausnya itu lebih menyatu ya," kata Chef Arnold.

Mendengar komentar juri, Alden cukup optimis hidangannya akan membuatnya aman.

"Menurut aku komentar juri cukup positif ya, dari segi rasa dan kematangan juga cukup oke. Jadi, harusnya aku aman," kata Alden percaya diri.

Alden memang selalu maksimal setiap masuk pressure test.

Tak jarang hidangannya itu begitu disukai juri dan kerap menuai pujian.

Hal ini justru berbeda setiap dirinya mengeksekusi tantangan pertama dan kedua yang hasilnya selalu kurang maksimal.

"Jujur aku sendiri juga bingung, kenapa setiap pressure test Alden itu idenya selalu bagus dan eksekusinya selalu maksimal," komentar Machel.

Peserta asal Jakarta itu menyayangkan kemampuan Alden yang tidak dimaksimalkan pada tantangan pertama.

"Harusnya challenge pertama kamu kayak gitu, Alden," kata Machel.

(TRIBUNBATAM.id/Widi Wahyuning Tyas)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved