Breaking News:

BINTAN TERKINI

Jaksa Beri Waktu 1 Bulan ke Puskesmas Teluk Sebong Bintan Lunasi Kerugian Negara

Kasi Pidsus Kejari Bintan Fajrian sebut, Puskesmas Teluk Sebong baru kembalikan Rp 107 juta terkait pembayaran insentif nakes. Masih sisa Rp 219 juta

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Jaksa Beri Waktu 1 Bulan ke Puskesmas Teluk Sebong Bintan Lunasi Kerugian Negara. Foto Kasi Pidsus Kejari Bintan Fajrian Yustiardi 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Puskesmas Teluk Sebong di Bintan, belum seutuhnya mengembalikan sisa kerugian negara dari pembayaran insentif nakes dalam penanganan Covid-19 kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan.

Kasi Pidsus Kejari Bintan Fajrian Yustiardi menjelaskan, dari informasi yang diterimanya, pihak Puskesmas Teluk Sebong berjanji akan segera melunasi sisa kerugian negaranya dalam beberapa pekan ke depan.

"Jadi kita memberikan jangka waktu deadline untuk pengembalian 1 bulan terhadap Puskesmas Teluk Sebong," kata Fajrian, Jumat (4/3/2022).

Lanjut Fajrian, Puskesmas Teluk Sebong baru mengembalikan Rp 107 juta, sementara sisanya yang belum dikembalikan masih ada Rp 219 juta.

"Jadi sisanya yang belum di kembalikan sekitar Rp 219 juta lagi, dan kita berikan waktu kepada mereka 1 bulan," terangnya.

Fajrian menambahkan, dari 14 Puskesmas di Bintan, sebanyak 13 Puskesmas sudah mengembalikan sisa kerugian negara dari pembayaran insentif nakes dalam penanganan Covid-19 kepada Kejari Bintan.

Total yang sudah diterima mencapai Rp 1.439.514.100, namun tinggal Puskesmas Teluk Sebong yang belum seutuhnya melunasi kerugian negara yang ditimbulkan.

"Jadi 13 puskesmas lainnya sudah melunasi," ungkapnya.

Baca juga: Sidang Perdana Dugaan Korupsi Insentif Nakes di Bintan, JPU Sebut Sejumlah Nama

Baca juga: Jaksa Rekomendasi Kepala Puskesmas di Bintan Diganti Semua, Buntut Korupsi Insentif Nakes

Fajrian berharap, pihak Puskesmas Teluk Sebong segera melunasi kerugian negara.

"Kita berharap Puskesmas Teluk Sebong bisa membayarkan sisa kerugian sesuai jadwal deadline waktu yang diberikan," tutupnya.

7 dari 14 Kepala Puskesmas Dipanggil

Sebelumnya diberitakan, penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kepala puskesmas dan tenaga kesehatan di Bintan.

Itu masih terkait kasus dugaan korupsi pencairan fiktif insentif nakes dalam menangani Covid-19.

Dari 14 puskesmas yang telah mengembalikan uang kerugian negara ke penyidik, ada 7 pihak puskesmas yang dipanggil.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved