Breaking News:

LINGGA TERKINI

Akhirnya Politeknik Lingga Kantongi Izin Kemendikbudristek, Fokus ke Bidang Pertanian

Setahun berdiri, akhirnya Politeknik Lingga mengantongi izin dari Kemendikbudristek. Kampus ini akan jadi satu-satunya politeknik pertanian di Lingga

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Kampus Politeknik Lingga di Implasemen Dabo Singkep, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri saat diresmikan oleh Wakil Ketua DPR RI Rachmad Gobel bersama Bupati Lingga, Muhammad Nizar pada 2021 lalu 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Setelah hampir setahun dibentuk oleh Yayasan Kemajuan Lingga Terbilang, Politeknik Lingga akhirnya mengantongi Surat Keputusan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Kampus ini akan menjadi satu-satunya politeknik pertanian yang ada di Negeri Segantang Lada Bunda Tanah Melayu di Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri.

Surat Keputusan Kemendikbudristek itu terbit pada 11 Maret 2022, dan merupakan bentuk kepedulian mantan Bupati Lingga, Alias Wello sejak ditunjuk sebagai Bupati Lingga pada periode 2016-2020 yang lalu.

Saat itu Alias Wello mencanangkan program pertanian sebagai salah satu program unggulan di Kabupaten Lingga. Lantaran Lingga merupakan wilayah kepulauan dengan luas lautnya melebihi luas daratan.

Alias Wello yang juga pelopor sekaligus Ketua Yayasan Kemajuan Lingga Terbilang mengaku, terbitnya SK itu melalui proses yang cukup panjang.

Ke depan ia berharap, kampus Politeknik di Kabupaten Lingga akan menjadi kampus pertanian pertama di Kepulauan Riau (Kepri).

"Ini tentunya menjadi cikal bakal kita untuk menjawab tantangan bangsa saat ini yang sedang krisis petani, dan tanggung jawab ini bukan hanya negara tapi kami sebagai warga negara juga memiliki tanggung jawab. Sehingga sejak dulu saya mengiginkan ada kampus pertanian di Kabupaten Lingga," ujarnya saat dihubungi, Selasa (15/3/2022).

Pria yang menyandang lulusan terbaik (cumlaude) untuk program magister di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini mengaku, bahwa program pertanian sangat penting bagi Kepri yang merupakan daerah kepulauan tersebut.

Baca juga: Covid-19 Belum Mereda, 10 Warga Lingga Kena Corona, Kasus Aktif Bertambah Jadi 31

Baca juga: AWAS Demam Berdarah! Lingga Catat 18 Kasus Tersebar di Beberapa Kecamatan

Bahkan tidak hanya di Kepri, namun di Sumatera saat ini sangat membutuhkan studi yang fokus di bidang pertanian untuk menambah minat cikal bakal petani muda.

"Tentu target kita tidak hanya di Kepri, tapi di Sumatera ini bukan hal yang mustahil dari data Badan Pusat Statistik (BPS), di Pulau Jawa yang menjadi sentral pertanian selama ini di Indonesia minat orang menjadi petani sangat rendah dan terus turun setiap tahunnya," ujar pria yang dikenal dengan sapaan Awe ini.

Berbagai lembaga penelitian seperti LIPI dan lainnya, menjadikan persoalan petani muda sebagai masalah serius bagi Indonesia ke depan.

Dari yang diketahuinya, anak-anak muda sekarang sangat tidak berminat menjadi petani. Bahkan di daerah penghasil beras, seperti di Pulau Jawa hasil survei BPS rata-rata usia petani 45-49 tahun berada di angka 36,30 % dan untuk usia 30-44 berada di angka 24,06 persen.

"Angka tersebut tentu menjadi persoalan serius bagi kita. Padahal pertanian sangat penting di Indonesia, karena kita semua membutuhkan kebutuhan pokok baik itu beras maupun kebutuhan pokok lainnya dari hasil bumi," jelasnya.

Persoalan serius ini juga pernah diungkapkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Data BPS pada tahun 2021 menyatakan, bahwa hampir 80 persen petani di Indonesia lulusan Sekolah Dasar (SD) dan paling tinggi Sekolah Menengah Pertama (SMP).

"Ini tentu menjadi persoalan kita, mungkin tahun 2063 kita tidak punya lagi petani, karena orang bertani menjadi pilihan terakhir bukan pilihan utama atau pelarian. Ini menjadi sangat serius," ujar Plt Direktur Pembangunan Daerah Kementerian PPN/Bappenas Mia Amalia dalam Webinar sistem pangan dan perencanaan kota IKN. (TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved