Breaking News:

BATAM TERKINI

Batam Anggap Covid-19 Penyakit Biasa, Izinkan Bazar Ramadan, Berharap Dongkrak Ekonomi

Batam kini menganggap covid-19 sebagai penyakit biasa yang muncul pada daerah tertentu (endemi).

ISTIMEWA
Tim Terpadu Kota Batam saat mendatangi sejumlah lokasi bazar Ramadan yang ada di Batam. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah kota (Pemko) Batam mengizinkan penyelenggaraan bazar Ramadan pada tahun ini.

Hal ini diyakini bisa mendongkrak peningkatan ekonomi pelaku usaha.

Kendati demikian, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad meminta pengawasan tetap harus berjalan.

Adapun pengawasan yang dilakukan di antaranya, mengupayakan mengurai kerumunan di tempat bazar.

Untuk mengatasi persoalan kerumunan ini, biasanya tim dari kecamatan yaitu Satpol PP akan turun melihat pelaksanaan bazar di masing-masih wilayah.

"Setiap tahun dilakukan. Jadi nanti tim akan rapat dan mengatur titik-titik pelaksanaan bazar di masing-masing kecamatan. Jadi tetap diperbolehkan, namun dengan pengawasan, guna menghindari kerumunan yang berlebih," ujar Amsakar Achmad, Selasa (15/3/2022).

Baca juga: Jelang Ramadan, Amsakar Berharap Warga Batam Tetap Patuhi Protkes

Baca juga: Walikota Batam Muhammad Rudi Beri Izin Bazar Ramadan 1443 H, Berikut Lokasinya

Selan itu, pengawasan lain yang dilakukan adalah di bagian kesehatan menu takjil atau makanan untuk berbuka.

Untuk ini akan dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam.

Nantinya masing-masing tim puskesmas di wilayah kerja akan turun. Hal ini bertujuan untuk mengambil sampel makanan dan melakukan uji keamanan pangan.

"Tentu menu takjil ini diharapkan bebas dari bahan berbahaya seperti pewarna atau bahan pengawet lainnya," sebut Amsakar.

Mantan Kadisperindag Batam ini menuturkan pengawasan ini bertujuan memastikan makanan yang dijual aman untuk dikonsumsi masyarakat.

Untuk itu, perlu adanya pengawasan.

Ia juga mengimbau kepada pelaku usaha yang nanti akan berjualan, untuk memperhatikan penggunaan bahan makanan yang aman bagi konsumennya.

"Jangan sampai ada yang dirugikan, karena ingin mengambil keuntungan. Apalagi menu berbuka ini selalu menjadi buruan masyarakat dan sudah menjadi budaya dan tradisi," kata pria berkacamata ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved