Breaking News:

DISKOMINFO NATUNA

Rodhial Minta KKP Tingkatkan Pengawasan di Laut Natuna Gegara Jaring Tarik Berkantong

Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda minta KKP untuk meningkatkan pengawasan di Laut Natuna. Hal ini disampaikan saat mengunjungi kantor KKP di Jakarta.

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
Istimewa untuk Tribun Batam
Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda saat berdialog bersama Dirjen Perikanan Tangkap, Muhammad Zaini di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (11/3/2022) kemarin. 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Sebuah kapal penangkap ikan berukuran 130 gross tonnage (GT) dan menggunakan jaring tarik berkantong asal Pantura, ditangkap di perairan Subi, Kabupaten Natuna, beberapa waktu lalu.

Penangkapan dan penindakan tersebut bukan tanpa sebab, melainkan kapal ikan yang bernama KM Sinar Samudera itu telah melanggar ketentuan batas wilayah tangkap atau zonasi tangkap yang dikeluarkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Terkait hal ini, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda meminta KKP untuk meningkatkan pengawasan di Laut Natuna.

Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi kantor KKP di Jakarta, Jumat (11/3/2022) kemarin.

KKP tak hanya mengawasi kegiatan kapal asing di perbatasan, namun juga kapal dalam negeri yang menyalahi aturan.

Ukuran kapal dan alat tangkap menjadi indikator untuk menetapkan jalur mana yang dapat dilewati nelayan kecil atau pun besar.

Hal ini sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 18 Tahun 2021 tentang Penempatan Alat Penangkapan Ikan dan Alat Bantu Penangkapan Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia dan Laut Lepas serta Penataan Andon Penangkapan Ikan.

Dalam aturan menetapkan jika jalur satu (0-4 mil) yang dimiliki nelayan kecil dengan kategori penggunaan kapal berukuran hingga 5 gross GT, tidak boleh dimasuki oleh kapal yang lebih besar.

Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda saat berdialog bersama Dirjen Perikanan Tangkap, Muhammad Zaini di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (11/3/2022) kemarin.
Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda saat berdialog bersama Dirjen Perikanan Tangkap, Muhammad Zaini di Kantor KKP, Jakarta, Jumat (11/3/2022) kemarin. (istimewa untuk Tribun Batam)

Namun, kapal nelayan kecil diperbolehkan untuk memasuki jalur dua (4-12 mil) dan jalur tiga (di atas 12 mil) dengan persyaratan tertentu.

Sebaliknya, kapal berukuran 5-30 GT yang berada di jalur dua tidak diperbolehkan turun ke jalur satu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved