Breaking News:

CORONA KEPRI

Satgas Covid-19 Kepri Tarik Vaksin Kedaluwarsa: Capaian Vaksinasi Booster Rendah

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana sebut banyaknya vaksin kedaluwarsa itu karena capaian vaksinasi booster rendah, di bawah 20 persen

Penulis: Rahma Tika | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Satgas Covid-19 Kepri Tarik Vaksin Kedaluwarsa: Capaian Vaksinasi Booster Rendah. Foto Wakil Ketua Satgas Covid-19 Kepri Tjetjep Yudiana 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau ( Kepri) menarik sejumlah vaksin yang sudah kedaluwarsa.

Wakil Ketua Satgas Covid-19 Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana membenarkan soal penarikan vaksin kedaluwarsa itu.

Saat ini pihaknya tengah menunggu informasi dari pusat. Sebab masih dilakukan penelitian apakah efektif digunakan atau tidak.

“Vaksin expired itu diakibatkan rendahnya capaian vaksinasi dosis ketiga atau booster yang saat ini belum sampai 20 persen di Provinsi Kepri,” ucap Tjetjep, Rabu (16/3/2022).

Adapun pada label vaksin itu sendiri sudah ada tanggal kedaluwarsanya dan saat ini sudah tidak digunakan lagi.

“Untuk jumlah yang kedaluwarsa, kita tidak dapat merincikan. Sebab saat ini masih sedang pendataan dan penghitungan di tujuh kabupaten/kota. Kondisi itu tidak hanya di Kepri melainkan juga di kabupaten/kota se-Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu pelaksanaan vaksinasi booster diharapkan sama dengan capaian dosis satu yang sudah hampir 100 persen.

Sedangkan capaian vaksinasi dosis dua sudah 80 persen.

Baca juga: Puluhan Barang Kedaluwarsa Disita dan Dimusnahkan DKUMPP Anambas Jelang Ramadhan

Baca juga: Hari Ini, Rabu (16/3) Ada 18 Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Karimun, Cek Jadwal dan Lokasinya

“Vaksin booster ini kita targetkan sebanyak 80 persen dari jumlah yang ada, tetapi kenyataanya capaian saat ini masih di bawah 20 persen," kata Tjetjep.

Di samping itu, Tjetjep turut mengimbau kepada masyarakat yang belum divaksin booster agar segera datang ke lokasi vaksin terdekat.

Dari hasil penelitian, vaksinasi dosis 3 sudah bisa diberikan kepada masyarakat dengan jarak 3 bulan, apabila lebih dari waktu itu efektifitasnya tidak ada.

"Rendahnya booster bisa disebabkan masyarakat menganggap bahwa pada Januari dan Februari covid-19 sudah lenyap karena kasusnya rendah," sebut Tjetjep.

Kendala lainnya, sampai saat ini masih ada masyarakat yang takut divaksin.

Padahal tenaga kesehatan (Nakes) sudah dibooster semuanya. Hal itulah yang membuat banyak vaksin yang kedaluwarsa karena banyak yang menolak. ( TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved