Breaking News:

Menteri KKP Luncurkan Dua Kapal Cepat di Batam, Seperti Apa Spesifikasinya?

2 kapal cepat Hiu Biru milik PSDKP Batam yang baru diluncurkan Menteri KKP ini, dilengkapi 3 mesin dengan kecepatan 57 Knot

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
2 Kapal cepat jenis Sea Rider, Hiu Biru diluncurkan Menteri KKP di Batam, Kamis (17/3/2022) 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Sakti Wahyu Trenggono meluncurkan dua unit kapal cepat jenis Sea Rider di dermaga galangan PT Palindo Marine di Batam, Kepri, Kamis (17/3/2022).

Dua kapal Unit Reaksi Cepat (URC) ini nantinya akan ditempatkan di pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam.

Seusai peluncuran, Menteri KKP, Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, sebenarnya tak hanya dua unit kapal jenis Sea Rider saja yang diluncurkan. Total ada 4 kapal.

Rinciannya dua unit kapal diproduksi di Batam dan 2 unit lainnya di Jakarta.

“Dengan adanya kapal ini Dirjen PSDKP nantinya dapat menjadi benteng pengawalan dan pengawasan sumber daya kelautan di Indonesia,” ujar Sakti Trenggono.

Apalagi lanjutnya,saat ini banyak upaya-upaya pelanggaran di wilayah hukum Indonesia, khususnya dari praktik penyelundupan benih bening lobster (BBL), penangkapan ikan dengan cara yang merusak, dan pemanfaatan ruang laut, pesisir dan pulau-pulau kecil yang tidak sesuai aturan PKKPRL.

Dengan adanya kapal ini diharapkan dapat menggagalkan seluruh upaya pengiriman ikan secara ilegal.

Menteri Trenggono menegaskan, bahwa praktik perikanan ilegal di wilayah perairan yuridiksi Indonesia, seperti penyelundupan BBL dan penangkapan ikan yang merusak (Destructive Fishing) harus diberantas.

Baca juga: Kapal Cepat Bawa 7 Ton Sayur Terbakar, 5 Orang Alami Luka Serius

Baca juga: Dikemas Layaknya Teh Cina, Tim Patroli Sea Rider Bekuk Kurir Narkoba di Nongsa Batam

Oleh sebab itu, URC PSDKP ini secara khusus akan ditugaskan untuk menjaga wilayah-wilayah yang selama ini dianggap rawan penyelundupan BBL dan destructive fishing.

“Di tahap awal ini, kami akan tempatkan di 4 lokasi yaitu di Batam, Jambi, Jakarta dan Kupang,” ujar Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono juga memerintahkan Direktorat Jenderal PSDKP sebagai benteng KKP untuk menindak tegas pelaku penyelundupan BBL, destructive fishing, dan pemanfaatan ruang laut secara menetap yang tidak sesuai aturan.

Ia kembali menegaskan, bahwa arah kebijakan pembangunan kelautan dan perikanan yakni menjadikan ekologi sebagai panglima.

Sehingga praktik perikanan yang tidak sesuai ketentuan dan merusak ekosistem kelautan dan perikanan harus diberantas.

Berdasarkan spesifikasi tersebut, Speedboat Hiu Biru dijadikan Unit Reaksi Cepat (URC) PSDKP yang dilengkapi 3 mesin dengan kecepatan 57 Knot.

Hiu Biru tersebut akan memerangi maraknya penyelundupan BBL lewat laut, serta aksi destructive fishing yang biasanya menggunakan kapal/speed boat dengan kecepatan tinggi di laut teritorial Indonesia (< 12 NM). ( TRIBUNBATAM.id/bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved