Breaking News:

Suami Bunuh Istri Karena Tidak Mau Diajak Rujuk, Sempat Ancam Lewat Pesan Facebook

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kepahiang, telah menetapkan ES (35) sebagai Tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap istri sirihnya

Editor: Eko Setiawan
HO dan Panji Destama
Rita Srianti semasa hidup (kiri) dan ES Suami yang membunuhnya. 

TRIBUNBATAM.id, KEPAHIANG - Tidak mau diajak rujuk oleh suaminya, seorang wanita akhirnya tewas mengenaskan.

Peristiwa suami membunuh istri terjadi di Provinsi Bengkulu.

Seorang suami tega membunuh istrinya sendiri di Desa Lubuk Penyamun Kepahiang Provinsi Bengkulu, Kamis (17/3/2022).

Pembunuhan ini bahkan sudah direncanakan oleh sang suami yang diketahui berinisial ES ini.

Pelaku cepat ditangkap oleh Polres Kepahiang. Polisi lalu membeberkan motif, modus dan kronologi pembunuhan sadis ini. 

Penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Kepahiang, telah menetapkan ES (35) sebagai Tersangka dalam kasus pembunuhan berencana terhadap istri sirihnya, pada Kamis (17/3/2022). 

"Atas perbuatannya pelaku disangkakan pasal 340 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan berencana dengan hukuman penjara seumur hidup" kata AKBP Suparman, saat konfrensi persnya di Polres Kepahiang, pada Kamis (17/3/2022). 

Tersangka ES yang tega menghabisi nyawa istrinya sendiri di Desa Lubuk Penyamun Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu. (M PANJI)

Kapolres menambahkan, tersangka merupakan residivis dari kasus berbeda. 

Baca juga: Biodata Alden MasterChef Indonesia 9, Raja Pressure Test yang Tak Terkalahkan

Baca juga: Hasil FP 1 MotoGP Mandalika 2022, Pol Espargaro Tercepat, Bagaimana Marc Marquez?

"Tersangka residivis kasus percobaan tindak asusila di kawasan Desa Batu Bandung, dengan hukuman penjara selama 1 tahun penjara" ujar AKBP Suparman. 

Dalam Konfrensi pers, Kapolres Kepahiang, AKBP Suparman mengatakan, sejak 2019 lalu korban dan pelaku telah menikah secara siri. 

"Mereka menikah secara sirih, sejak menikah kerap terjadi keributan antara keduanya. Di bulan Februari lalu pelaku diusir oleh korban, lalu pelaku pergi ke perkebunan orang tuanya di Desa Batu Bandung," kata AKBP Suparman, dalam konferensi persnya di Polres Kepahiang, pada Kamis (17/3/2022). 

Kapolres menambah, pada Rabu 16 Maret 2022 kemarin, pelaku tiba di rumah korban di Desa Lubuk Penyamun. 

"Kedatangan Pelaku untuk mengajak rujuk korban, sebelumnya pelaku sudah mengirim pesan melalui messenger ke korban, pelaku mengancam membunuh korban jika tidak mau diajak rujukan, dan pelaku siap di penjara lagi" ujar AKBP Suparman. 

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved