Daftar 10 Negara Paling Ditakuti Ukraina Jika Invasi Militer Rusia Terus Berlanjut
Disebut-sebut terdapat 10 negara yang sangat ditakutkan bila bersatu dengan Rusia dan ikut berperang melawan Ukraina jika agresi militer berlanjut
TRIBUNBATAM.id - Lebih dari sepekan gempuran militer Rusia menyasar sejumlah wilayah di Ukraina.
Rusia yang menjadi kekuatan militer nomor 2 di dunia, benar-benar membuktikan ingin Ukraina tunduk.
Barat yang dipimpin Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya pun terlihat tak kuasa menahan gempuran Rusia.
Jika gempuran antara militer Rusia dan Ukraina terus berlanjut, ada 10 negara yang ditakutkan Ukraina.
Disebut-sebut, 10 negara ini sangat ditakutkan bila bersatu dengan Rusia dan ikut berperang melawan Ukraina.
Dilansir dari Global News, berikut beberapa negara yang ditakutkan Ukraina jika ikut perang dengan Rusia:
Baca juga: Rusia Terus Serang Mariupol, Bom Meledak Setiap 10 Menit Karena Ukraina Tolak Ultimatum Rusia
Baca juga: Meski Terkepung, Ukraina Tolak Ultimatum Rusia Serahkan Mariupol
1. Aemenia
Armenia merupakan negara paling demokratis yang merupakan negara kecil di lingkungan keras.
Hubungan dengan tetangga baratnya Azerbaijan tetap sulit, karena mereka berperang pada 1990-an dan tetap menjadi musuh bebuyutan.
Negara ini sangat membutuhkan dukungan Rusia untuk perlindungan.
2. Belarus
Belarus digambarkan sebagai kediktatoran terakhir di Eropa Timur, adalah negara klien Rusia.
Negara ini mengakar di Moskow dan dipimpin oleh penguasa korup yang berhadapan langsung dengan Putin.
3. Bolivia
Bolivia telah memposisikan dirinya sebagai garda depan gerakan anti kapitalis.
Negara ini mendukung Rusia melawan Barat seperti keputusan ideologis.
Baca juga: Tiga Tentara Bayaran AS Tewas Tertembak di Ukraina, Rusia Temukan Bendera Amerika di Tasnya
Baca juga: Markas Pasukan Rahasia Ukraina Dibombardir Rudal Rusia, Lebih Dari 100 Tentara Bayaran Tewas
4. Kuba
Kuba secara terbuka mendukung posisi Rusia dan oleh karena itu tidak ada yang perlu terkejut bahwa ia mendukung ekspansi militer ke Ukraina.
Meskipun Rusia bukan negara komunis, perang dingin membawa Havana ke pelukan Moskow.
5. Nikaragua
Nikaragua diperintah oleh mantan pemberontak sayap kiri Sandinista Daniel Ortega, tetap menjadi mitra junior Kuba dan Venezuela dalam memajukan Marxisme di belahan bumi selatan.
Posisinya di Krimea adalah tentang mendapatkan buku-buku bagus dari Rusia.
6. Korea Utara
Korea Utara, negara yang melakukan yang terbaik untuk melampaui fiksi yang diproduksi dalam novel George Orwell 1984, pernah dipertahankan oleh Moskow sampai Uni Soviet runtuh.
Sementara China sekarang menjadi mitra ekonomi dan politik terbesar Korea Utara, karena China masih memiliki titik lemah bagi Rusia.
Baca juga: Ganjar Pranowo Minta Kepala Daerah di Jateng Waspadai Imbas Invasi Rusia ke Ukraina
Baca juga: Militer Rusia Disebut Dapat Suntikan Dana Dari China Dalam Invasi Rusia ke Ukraina
7. Sudan
Sudan dipimpin oleh satu-satunya kepala negara yang didakwa atas kejahatan genosida oleh Pengadilan Kriminal Internasional.
Negara ini punya catatan hak asasi manusia terburuk.
Tidak ada negara yang harus membual tentang Khartoum yang mendukung posisi mereka, mengingat kejahatan terhadap kemanusiaan yang menjadi tanggung jawab rezim Sudan.
8. Suriah
Suriah dilindungi oleh Veto Rusia di Dewan Keamanan PBB tiga kali sejak perang saudara Suriah dimulai.
Putin sendiri telah setia kepada Assad dan tidak ada pilihan lain Assad harus membalas budi.
9. Venezuela
Venezuela adalah negara yang mengalami penurunan ekonomi.
Itu tetap menjadi sekutu setia Rusia karena negara tersebut berusaha untuk melawan pengaruh AS di seluruh dunia.
Baca juga: Ini 200 Produk Rusia Dilarang Putin Diekspor, Jaga Pasokan Dalam Negeri setelah Sanksi Barat Berlaku
Baca juga: Israel Coba Mediasi Konflik Rusia - Ukraina, Sebelumnya Ikut Mengutuk Invasi Vladimir Putin
10. Zimbabwe
Lebih dari enam juta orang Zimbabwe telah melarikan diri ke Afrika Selatan, karena salah urus ekonomi, represi politik dan kekurangan pangan.
Sementara Rusia memiliki kekuatan militer, Rusia tidak memiliki dukungan moral untuk membenarkan invasi sepihak terhadap tetangganya di bawah argumen kemanusiaan yang salah.
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
Sumber: Sonora.id
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0903konflik-rusia-ukraina.jpg)