Sabtu, 25 April 2026

Digelar 2 Hari, Peredaran Uang saat Festival Kuliner Nusantara Capai Rp 50 Juta

Perwakilan Disbudpar Tanjungpinang Safaruddin sebut, peredaran uang selama kegiatan Festival Kuliner Nusantara capai Rp 50 juta

Editor: Dewi Haryati
Diskominfo Tanjungpinang untuk Tribun Batam
Acara penutupan Festival Kuliner Nusantara di Tanjungpinang, Minggu (27/3/2022) malam 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Festival Kuliner Nusantara di Tanjungpinang berakhir.

Kegiatan ditutup Gubernur Kepri diwakili Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Provinsi Kepulauan Riau, Budiharto, di pelataran Gedung Gonggong, Taman Laman Boenda Tepi Laut Tanjungpinang, Minggu (27/3/2022) malam.

Budiharto mengapresiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tanjungpinang yang sudah menggelar event tersebut secara lancar.

Menurutnya, kegiatan festival ini salah satu ajang untuk membangkitkan perekonomian di Provinsi Kepri terutama di Tanjungpinang.

Mengingat salah satu misi yang diusung Pemprov Kepri yaitu percepatan peningkatan pertumbuhan ekonomi maritim berwawasan lingkungan.

“Keunggulan wilayah dalam hal untuk peningkatan kemakmuran masyarakat dari kegiatan ini bisa membangkitkan ekonomi pelaku usaha yang ikut berpartisipasi. Yakni target kunjungan 2.000 wisatawan nusantara dan 20 wisman tercapai," ucap Budiharto.

Sementara itu Pejabat Fungsinal Pamong Budaya Ahli Madya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang, Safaruddin menyampaikan, selama pelaksanaan digelar, berbagai lomba ragam menu khas nusantara ditampilkan. Seperti menu khas masakan Melayu, Jawa, Sulawesi, dan lainnya.

Selain itu, ada lomba meracik asam pedas ikan sembilang khas Melayu, lomba memasak kuliner kreasi nusantara oleh pelajar dan mahasiswa, penampilan beberapa paguyuban dan pegiat seni, lomba fotografi, hingga penilaian stan bazar terbaik.

Baca juga: Festival Kuliner Nusantara Tanjungpinang Masuk Kharisma Event Nusantara 2022

Baca juga: Pintu Masuk Wisman ke Tanjungpinang segera Dibuka, Ini Persiapan Pengelola Pelabuhan

Ia menambahkan, tidak kalah menarik pada kegiatan ini yakni setiap berbelanja, pengunjung diwajibkan menukarkan uang dengan alat transaksi berupa uang keton.

Menurutnya, peredaran uang selama dua hari pelaksanaan festival itu ada sekitar Rp 50 juta.

"Setelah ditukarkan oleh para pemilik gerai-gerai yang ada, maka dalam dua hari yakni tanggal 26-27 Maret 2022 ini tercatat sekitar Rp 50 juta," sebutnya.

Menurutnya, nilai itu cukup besar bagi pelaku usaha yang membidangi usaha mikro kecil menengah.

"Diharapkan bisa membangkitkan pelaku usaha yang dalam 2 tahun belakangan ini terpuruk karena Covid-19," harapnya.

Setelah penutupan festival, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang lomba-lomba serta pembagian hadiah.

Untuk pemenang juara I lomba stan bazar, diraih Paguyuban Pasundan, juara II diraih Stan Melayu Lingga, dan juara III diraih Stan PKK Kota Tanjungpinang.

(TRIBUNBATAM.id/Rahma Tika)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved