Breaking News:

BATAM TERKINI

Wakapolda Kepri Jadi Orang Pertama Terima Ulos saat Acara PGIW di Gereja Hanaim Batam

Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Rudi Pranoto mengikuti sidang pekerja lengkap tahun 2022, PGIW di Gereja Hanaim Batam

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Rudi Pranoto terima ulos Batak dari pengurus gereja 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Kepulauan Riau (Kepri) Brigjen Pol. Rudi Pranoto mengikuti sidang pekerja lengkap tahun 2022, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia Wilayah Kepri ( PGIW Kepri).

Kegiatan dengan tema "Aku Adalah Yang Awal dan Yang Terakhir, dilangsungkan di Gereja Hanaim Batam, Selasa (29/3/2022).

Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PGIW Kepri Pdt. Renova J. Sitorus, S.TH memberikan cinderamata bagi tamu undangan berupa ulos.

Wakapolda Kepri menjadi orang pertama yang langsung dipasangi ulos Batak oleh Ketua Umum PGIW Kepri.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Rudi Pranoto, Pejabat Utama Polda Kepri, Pendeta dan Jemaat Gereja Mahanaim Batam dan Forkopimda Provinsi Kepri.

Acara Pembukaan dimulai dengan Ibadah Pembukaan yang dipimpin oleh Pendeta Marudut Simanjuntak dan Kotbah oleh Pendeta Leo Sibarani. Dilanjutkan dengan pembukaan kegiatan Sidang Majelis Pekerja Lengkap (WPL-I) oleh Ketua Umum PGI-W Kepri dan memperkenalkan pengurus.

Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak menyampaikan ucapan selamat kepada pengurus yang telah dilantik.

Dalam hal tersebut ia pemerintah berperan menjembatani masyarakat yg berbeda-beda keyakinan, suku dan adat istiadat. Tetapi tentunya pemerintah akan selalu mengupayakan terbaik bagi kepentingan masyarakat Provinsi Kepri dengan saling menghormati dan bertoleransi.

Baca juga: Tiga Lampu Hias di Taman Dang Anom Batam Hilang Dicuri Orang

Baca juga: Sejumlah Warga Batam Tertunda Ikut Vaksinasi di Polsek Bengkong, Stok Vaksin Habis

Sementara Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Rudi Pranoto mengatakan, moderasi beragama mengetengahkan empat hal, yakni toleransi, anti kekerasan, komitmen kebangsaan dan akomodatif.

"Sebagai umat beragama, kita berkewajiban untuk menjaga persatuan, menghargai perbedaan atau bersifat toleran serta menjaga empat pilar kebangsaan yaitu Pancasila sebagai falsafah negara, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Undang Undang Dasar 1945," katanya.

Eksistensi kerukunan beragama ini, menurutnya sangat penting. Di samping karena merupakan kebudayaan dalam konteks perlindungan hak asasi manusia, juga kerukunan ini menjadi persyaratan terwujudnya keamanan dan ketertiban di masyarakat yang menjadi tugas pokok Polri.

"Tokoh agama berperan penting dalam meredam suasana dan mencegah perpecahan antar umat beragama, sehingga tercipta kerukunan bersama dalam melaksanakan etika kehidupan berbangsa dan bernegara,” tutur Wakapolda Kepri Brigjen Pol Drs. Rudi Pranoto.

(*/ TRIBUNBATAM.id/bereslumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved