Breaking News:

ANAMBAS TERKINI

Masjid Jamik Baiturrahim Tarempa, Saksi Bisu Invasi Jepang, Kini Jadi Destinasi Wisata Religi

Masjid Jamik Baiturrahim Tarempa tak hanya menjadi tempat ibadah saja. Ternyata menyimpan sejarah yang tinggi nilainya.

TribunBatam.id/Noven Simanjuntak
Masjid Jami' Baiturrahim di Kecamatan Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Tempat ibadah ini masjid tertua yang masih berdiri kokoh menampung ratusan jemaah. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Kabupaten Kepulauan Anambas tidak hanya dikenal akan wisata baharinya.

Namun lebih dari pada itu, daerah pemekaran dari Kabupaten Natuna ini juga dikenal akan wisata sejarahnya.

Salah satu dari bangunan sejarah yang ada di Anambas terletak di wilayah Tarempa, yaitu Masjid Jami' Baiturrahim yang berdiri pada tahun 1925 dan dinobatkan sebagai masjid tertua di Anambas.

Bila dihitung, kini masjid yang terletak di pusat kota Terempa itu telah berusia 97 tahun atau hampir satu abad.

Meski telah termakan usia, bangunan masjid masih berdiri kokoh dan difungsikan sebagai tempat ibadah bagi masyarakat setempat.

Hal tersebut lantaran dilakukannya revitalisasi, namun tidak dengan struktur asli bangunan seperti pintu masjid yang masih dipertahankan hingga saat ini.

Baca juga: Lingga Andalkan Wisata Sejarah dan Religi, Targetkan 18 Ribu Kunjungan Wisatawan 2022

Baca juga: Bupati Lingga Dorong Pulau Mepar Jadi Destinasi Wisata Sejarah Hingga Religi

Bentuk struktur bangunan utama yang berupa persegi terlihat sederhana sebagaimana bangunan zaman dulu, dengan dinding cat warna putih dan hijau bagikan paduan warna yang tak terlalu megah tapi elok dipandang mata.

Tidak ada ornamen yang berlebihan, tapi dibeberapa titik dinding bangunan utama tertempel tulisan kaligrafi berbahasa Arab.

Selain itu, muka depan masjid juga dihiasi dengan kaligrafi bergaya Timur Tengah.

Sedangkan persis di bagian bawahnya tertulis nama lokasi masjid berwarna cokelat.

Masjid yang menjadi kebanggan masyarakat Anambas ini, juga masih memiliki keunikan lainnya yang patut untuk diketahui.

Salah satunya yaitu bangunan menara yang terletak disamping bangunan masjid yang ukuran sebelum renovasi setinggi lebih kurang 10 Meter namun kini telah dikurangi.

Masih dengan keunikannya, di dalam masjid ini juga terdapat sebuah bedug berukuran cukup besar yang terbuat dari kayu berbahan keras dan berusia tua.

Hingga sekarang masih digunakan oleh pengurus masjid tiap kali azan dikumandangkan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved