Breaking News:

OJK Fokus Utamakan Prinsip Perlindungan Konsumen

OJK dorong agar penanganan pengaduan dan sengketa konsumen dapat diselesaikan oleh lembaga jasa keuangan melalui sarana penanganan secara internal.

Penulis: | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Tangkapan layar siaran zoom FGD OJK bersama stakeholder. 

TRIBUNBATAM.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selalu mengedepankan prinsip perlindungan konsumen, khususnya perlakuan yang adil (treat consumer fairly) dalam perencanaan, pemasaran dan pemanfaatan produk sektor jasa keuangan.

Perlakuan adil ini dibutuhkan agar setiap produk yang ditawarkan dapat dimengerti konsumen dari sisi manfaat, biaya, dan segala risikonya. Sehingga dapat melindungi konsumen dari potensi kerugian yang tidak terinformasikan dengan baik.

Perlindungan konsumen menjadi salah satu prioritas utama OJK.

Hal ini ditunjukkan melalui penerbitan Peraturan OJK (POJK) yang pertama yaitu POJK Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Dalam aturan itu menegaskan prinsip-prinsip perlindungan konsumen berupa transparansi, perlakuan yang adil, keandalan, kerahasiaan dan keamanan data atau informasi konsumen serta penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa konsumen secara sederhana, cepat dan biaya terjangkau.

OJK mendorong agar penanganan pengaduan dan sengketa konsumen dapat diselesaikan oleh lembaga jasa keuangan melalui sarana penanganan permasalahan secara internal oleh pelaku usaha jasa keuangan (PUJK) atau melalui Aplikasi Portal Pengaduan Konsumen (APPK) OJK.

Apabila melalui proses mediasi dengan PUJK sengketa belum terselesaikan, konsumen dapat memanfaatkan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) agar penyelesaian sengketa tersebut dapat dilakukan secara obyektif, dengan memperhatikan kepentingan kedua belah pihak yang keputusannya bersifat final dan mengikat.

Menurut OJK, setiap produk keuangan memiliki karakteristik risiko yang harus dipahami oleh konsumen dan harus dijelaskan oleh PUJK dengan baik.

Baca juga: OJK Tak Pernah Beri Izin ke Aplikasi Penghasil Uang

Baca juga: OJK Kepri Fasilitasi UMKM Ajukan Modal Pinjaman ke Bank dan Pegadaian

Dalam asuransi unit-link, risiko investasi berada pada pemegang polis sesuai dengan jenis dana investasi yang dipilih, sehingga konsumen wajib membaca dan memahami kontrak serta melakukan konfirmasi kepada PUJK jika ada hal belum dipahaminya.

Dalam Focus Group Discussion, OJK juga menyampaikan rencana untuk memperkuat pengawasan terhadap perilaku lembaga jasa keuangan dalam berhubungan dengan konsumennya, antara lain dalam mendesain, menyusun, dan menyampaikan informasi, membuat perjanjian atas produk dan/atau layanan serta penyelesaian sengketa, dan penanganan pengaduan..

(TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved