Breaking News:

TADARUS RAMADAN

Ceramah Ramadan, Inilah Golongan yang Wajib Puasa Ramadan

Puasa adalah menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa disiang hari dengan niat dimalam hari.

TRIBUNBATAM
K Ahmad Junaidi 

Tuntunan Puasa

K Ahmad Junaidi

====================================================================

Pembaca Tribun yang dirahmati Allah SWT. Puasa, adalah merupakan salah satu rukun islam yang andaikan dilakukan sesuai dengan tuntunan maka akan membentuk peribadi yang bertaqwa kepada Allah SWT. 

Manusia yang paling mulia adalah mereka yang paling bertakwa kepada Allah SWT.
Ulama’ ahli fiqih menjelaskan bahwa: Puasa adalah menahan diri dari berbagai hal yang membatalkan puasa disiang hari dengan niat dimalam hari.

Allah SWT berfirman yang artinya: Wahai orang–orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian melakukan puasa sebagaimana puasa yang diwajibkan pada ummat sebelum kalian, jika kalian melakukan sesuai dengan tuntunan pasti kalian bertaqwa kepada Allah SWT.

Tidak semua orang beriman berkewajiban menjalankan puasa di Bulan Ramadan yang penuh rahmat dan ampunan ini. Mereka yang berkewajiban puasa adalah mereka yang memenuhi kriteria.

Kriteria yang mewajibkan seseorang wajib berpuasa di Bulan Ramadan adalah:

1. Islam. Artinya jika ada diantara sahabat kita yang memang tidak beragama islam maka kita tidak ada kewajiban untuk mengajak ia melakukan puasa. Sebaliknya, jika ada di antara sahabat kita yang beragama islam namun disiang ramadhan ia tidak berpuasa maka kita berkewajiban untuk mengingatkanya.

2. Berakal. Artinya, jika seseorang akalnya sudah tidak lagi berfungsi dengan baik --seperti dia telah pikun-- maka ia tidak berkewajiban melakukan puasa.

3. Telah sampai usia baligh. Namun bukan berarti kewajiban kita memerintahkan putra atau putri kita melakukan puasa menunggu mereka mencapai usia baligh.

Tetapi ketika mereka berusia tujuh tahun maka kita sudah berkewajiban mengajarkan mereka melakukan puasa.

Bahkan andaikan usia mereka telah mencapai usia sepuluh tahun, maka kita berkewajiban memberikan pelajaran agar dia melakukan puasa.

4. Tidak sedang haid atau nifas. Oleh karena itu , jika ada wanita yang sedang haid atau nifas maka mereka haram melakukan puasa bahkan tidak sah.

5. Bermuqim. Oleh karenanya jika ada seorang musafir yang jarak tempuhnya mencapai 83 kilometer, maka mereka diperkenankan untuk membatalkan puasanya.

6. Sehat. Artinya, jika dia sedang sakit yang sangat menghawatirkan. Maka dia tidak harus berpuasa.
Wallahualam bissawab

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved