Senin, 4 Mei 2026

BATAM TERKINI

AKSINYA Viral, Begini Pengakuan NZ, Pria Pembawa Parang dan Ancam Pengurus Masjid Al-Mu'minin Batam

Pengakuan NZ, pria pembawa parang ke Masjid Al Mu'minin Tanjung Uma Batam karena kesal dan merasa terganggu dengan suara toa dan sempat viral.

Tayang:
Penulis: ronnye lodo laleng |
TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Pengakuan NZ, pria pembawa parang ke Masjid Al Mu'minin Tanjung Uma Batam karena kesal dan merasa terganggu dengan suara toa dan sempat viral. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aksi nekat NZ,  yang membawa parang ke Masjid Al Mu'minin Tanjung Uma Batam karena kesal dan merasa terganggu dengan suara toa sempat menjadi viral.

Dan aksinya itu juga yang akhirnya membuat NZ harus berurusan dengan aparat hukum.

Saat ditemui di Polsel Lubuk Baja, Batam, NZ mengakui semua perbuatannya yang sempat terekam video membawa Senjata Tajam (Sajam) ke masjid Al-Mu'minin RT 02, RW 02, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.

"Saya mohon maaf kepada semua umat muslim di Kota Batam dan Indonesia, khususnya warga Tanjung Uma. Saya berjanji tidak akan mengulangi hal yang sama," kata NZ kepada Tribun Batam Kamis (14/4/2022).

Usai mengucapkan hal itu, kedua bola mata NZ berkaca-kaca dan sesekali tersipu malu saat awak media memotret dirinya.

Sesekali NZ memperbaiki masker warna putih yang ia gunakan.

Gerak gerik NZ sedikit kaku yang mana mencerminkan perasaan yang sedikit galau dengan apa yang sudah ia perbuat.

Ia bahkan tidak menyangka, dengan perbuatannya itu, ia sampai viral.

Sementara itu, Ketua RW O2, Kelurahan Tanjung Uma R. Indra Jaya mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian Polsek Lubuk Baja karena sudah menyelesaikan masalah ini dengan baik.

Baca juga: Lelang Jabatan Belum Dibuka, 5 Jabatan Eselon 2 di Pemko Batam Kosong

Baca juga: JADWAL dan Syarat Vaksin Booster di Taman Dang Anom Batam oleh Disbudpar dan Dinkes

"Saya secara pribadi dan warga RW 02 mengucapkan terima kasih kepada Kapolsek Lubuk Baja karena sudah berhasil menyelesaikan persoalan ini dengan cara damai," ujar Indra.

Ia juga mengucapkan kata maaf kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Karena sempat geram dengan aksi salah satu warganya itu.

Di tempat yang sama, Kapolsek Lubuk Baja Kompol Budi Hartono menceritakan bahwasanya, tujuan NZ membawa sebilah parang hingga ke dalam Masjid yakni hanya untuk menggertak saja.

NZ merasa terganggu dengan suara toa Masjid Al-Mu'minin yang menurutnya suaranya cukup besar sehingga mengganggu NZ sedang istirahat.

Tidak hanya itu, NZ juga memiliki cucu yang masih kecil sehingga sedikit terganggu.

Dengan cara itu, ia bermaksud untuk mengingatkan pengurus Masjid Al-Mu'minin agar mengurangi volume toa Masjid tersebut.

Budi mengaku permasalahan ini sudah diselesaikan dengan cara damai secara kekeluargaan.

"Semuanya sudah diselesaikan lewat pertemuan dan sudah damai. Baik pihak keluarga NZ dan pengurus Masjid Al-Mu'minin. Dan tidak dilanjutkan ke proses yang lebih panjang lagi," sebut Budi.

Untuk itu Budi meminta agar video berdurasi 1 menit 30 detik tersebut jangan disebarkan lagi dan bila perlu dihapus saja.

Mengingat yang bertikai juga sudah membuat surat pernyataan perdamaian dan tidak akan mengulangi hal yang sama lagi.

"Apabila diulangi lagi maka, NZ kita kenakan dengan UU penganiayaan dan akan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Budi.

Terekam Video dan Viral

Diberitakan sebelumnya, warga Tanjung Uma Minggu (10/4/2022) dinihari dikagetkan dengan aksi seorang pria setempat berinisial NZ.

Pasalnya, NZ tiba-tiba mendatangi Masjid Al -Mu'minin yang terletak di Kampung Tengah, RT 02, RW 02, Kelurahan Tanjung Uma sekitar pukul 03.30 WIB.

Dalam video yang beredar NZ datang ke Masjid tersebut sembari membawa senjata tajam jenis parang.

Saat itu, NZ mengenakan topi sebo berwarna hitam serta celana jins pendek.

NZ masuk melalui pintu utama Masjid sembari mengeluarkan kata-kata kasar.

Mendengar hal itu beberapa jama'ah yang saat itu sedang berada di dalam Masjid menghampiri NZ dan sempat terjadi adu mulut antara NZ dan jama'ah yang saat itu hendak salat.

Aksi perdebatan pun terjadi hingga kurang lebih 30 menit, mulai dari dalam hingga ke luar Masjid.

Hingga akhirnya parang yang sebelumnya dipegang oleh NZ berhasil direbut paksa oleh warga setempat.

Seorang warga setempat berinisial KN (35) saat dikonfirmasi TRIBUNBATAM.id mengatakan NZ merupakan warga setempat dan rumahnya tidak jauh dari Masjid Al-Mu'minin.

"Dua hari sebelumnya NZ memang sudah menegur beberapa anak muda setempat. Karena bising saat membangunkan jama'ah untuk sahur," sebut KN kepada TRIBUNBATAM.id, Minggu (10/4/2022).

Ia mengaku NZ juga merupakan seorang Muslim dan selama ini baik-baik saja. 

Sementara Kapolsek Lubuk Baja Kompol Budi Hartono saat dihubungi Tribun Batam membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Ia benar. NZ merasa terganggu tidurnya saat ada suara toa dari Masjid untuk mengajak sahur, sehingga NZ datangi Masjid dan langsung marah-marah," ujar Budi.

Perkara tersebut sudah ditangani Polsek Lubuk Baja. Dan sudah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak NZ dan pengurus Masjid Al-Mu'minin. (TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng)

 

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved