Breaking News:

TADARUS RAMADAN

Ceramah Ramadan, Orang-orang Yang Berhak Menerima Zakat

Ada berbagai macam zakat, seperti zakat mal alias zakat harta hingga zakat fitrah yang harus ditunaikan saat bulan Ramadan.

TRIBUNBATAM
Ust Muhammad Dhoifi Ibrohim 

Orang-orang yang Berhak Menerima Zakat

Ust Muhammad Dhoifi Ibrohim

==============================

Membayar zakat merupakan salah satu kewajiban dalam Islam.

Ada berbagai macam zakat, seperti zakat mal alias zakat harta hingga zakat fitrah yang harus ditunaikan saat bulan Ramadan.

Zakat berasal dari Bahasa Arab yang bersih, suci, subur, berkembang.

Secara umum, zakat artinya bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan.

Sebagai salah satu rukun Islam, zakat ditunaikan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (asnaf). Ada delapan golongan yang berhak menerima zakat:

1. Faqir, orang yang tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi kebutuhannya.
2. Miskin, orang yang bekerja tapi tidak mencukupi kebutuhannya atau dalam keadaan serba kekurangan
3. Amil zakat, orang yang mengelola zakat
4. Muaalaf, orang yang baru masuk Islam
5. Fir riiqob, hamba sahaya
6. Ghorim, orang yang berutang dan tak mampu melunasi
7. Fisabilillah, orang yang berjuang di jalan Allah
8. Ibnu sabil, orang dalam perjalanan.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, penguruspengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”
Menurut Imam Malik dan Imam Abu Hanifah tidak wajib meratakan zakat pada delapan golongan
tersebut, sedangkan menurut imam Asy-Syafi'i meratakan delapan golongan itu adalah wajib
hukumnya.

Dalam Q.S. At Taubah: Ayat 60 ini tidak ditentukan status dari agama delapan ashnaf tersebut. Dari sini bisa dimaklumi jika ada ikhtilaf di antara para ulama. Sebagian memperbolehkan orang kafir menerima zakat sebagian yang lain tidak memperbolehkan. Sementara orang kafir yang mulhid (atheis), murtad, dan memerangi islam (muharrib), para ulama sepakat tidak bolehnya mereka menerima zakat.
Suami yang faqir/miskin boleh menerima zakat dari istrinya, dikarenakan kebutuhan suami bukan
dalam tanggungan istri. Zakat boleh diberikan untuk membantu orang menunaikan ibadah haji, menurut pendapat sahabat.

Menurut Ibnu Abbas yang dianut madzhab Imam Ahmad, zakat pada dasarnya dialokasikan pada penerima zakat di wilayah orang yang mengeluarkan zakat (muzakki) atau wilayah mana tempat hartanya. Namun jika wilayah lain di pandang lebih membutuhkan secara mendesak, maka zakat boleh dialokasikan ke luar wilayah orang yang zakat, karena kaum muslimin di mana pun itu adalah ibarat satu tubuh. (*)

NB

Rubrik ini kerjasama MUI Kota Batam dengan TRIBUNBATAM.id

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved