Breaking News:

TADARUS RAMADAN

Ceramah Ramadan, Membentuk Generasi Qurani

Oleh karenanya, manusia yang terbaik dan termulia tentunya Rasulullah SAW, karena Beliaulah orang yang pertama belajar Al-Quran dan mengajarkannya.

TRIBUNBATAM
Firdaus Lc 

Membentuk Generasi Qurani

Firdaus Lc

====================================================

Ketahuilah bahwa manusia terbaik dan generasi terbaik adalah mereka yang terdidik dengan al-Quran. Karena itulah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Sebaik-baik di antara kalian adalah yang belajar al-Quran dan mengajarkannya."

Oleh karenanya, manusia yang terbaik dan termulia tentunya Rasulullah SAW, karena Beliaulah orang yang pertama belajar al-Quran dan mengajarkannya. Beliau bersabda: “Tuhanku telah mendidik aku dan sangat baik dalam mendidikku.”

Dengan apa Allah mendidik Nabi? Tentu dengan al-Quran. Seperti ketika Nabi ditegur oleh Allah dengan al-Quran Surat Abasa. Ketika berpaling dari orang buta yang hendak mencari petunjuk, oleh Aisyah Beliau pernah ditanya: "Bagaimanakah akhlak Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Adalah akhlaknya al-Quran".

Begitu juga generasi yang terbaik berikutnya adalah generasi para sahabat yang dididik langsung oleh Rasulullah dengan al-Quran, Rasulullah memuji mereka. "Sebaik-baik generasi adalah generasiku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya".

Maka begitulah, apapun yang berhubungan dengan al-Quranm, maka dia akan menjadi yang terbaik dan termulia. Waktu yang terbaik adalah waktu yang berhubungan dengan al-Quran. Malam Lailatul Qadar juga Bulan Ramadan menjadi malam dan bulan yang terbaik.

Begitu juga tempat yang terbaik adalah tempat al-Quran diturunkan. Yaitu, dua kota suci, Makkah dan Madinah.

Lalu bagaimana cara kita membentuk generasi Qurani?

Mari kita simak yang di sampaikan oleh sahabat mulia Abdullah bin Mas'ud, bagaimana Nabi mengajari dan mendidik para sahabat dengan Al Quran. Ibnu Mas'ud Radhiyallahu Anhu berkata: "Dulu seseorang di antara kami, apabila belajar 10 ayat dari al-Quran, Beliau tidak akan melewatinya hingga dia mengetahui makna-maknanya dan mengamalkan."

Begitu juga KH Ahmad Dahlan, pendiri Persyerikatan Muhammadiyah juga punya kisah dalam mengajarkan al-Quran pada murid-muridnya yang dikenaldengan Santri al-Ma'un. Beliau pernah mengajarkan Surah Al-Ma'un dan diulang-ulang beberapa kali hingga santri-santrinya bertanya padanya, kenapa masih diulang-ulang dan tidak pindah pada surah yang lain? Maka beliau menjawab: “Apakah kalian sudah memahami makna-maknanya?

Para santri menjawab, “Sudah, bahkan kami sudah menghafalnya dengan baik.” Lalu Beliau bertanya lagi: “Apakah kalian telah mengamalkan isi kandungannya?”

Mereka pun terdiam. Lalu Beliau perintahkan santri-santrinya untuk menyantuni anakyatim dan membantu para fakir miskin.

Kesimpulan yang bisa kita peroleh dari dua metode di atas adalah, bahwa untuk membentuk generasi Qurani, ada beberapa hal yang harus kita lakukan:
- Menanamkan iman pada al-Quran hingga mencintainya;
- Mengajarkan baca dan hafalan;
- Mengajarkan arti dan makna ayat-ayat al-Quran;
- Mengamalkan al-Quran dalam kehidupan;
- Mendakwahkan al-Quran.
Demikian, semoga bermanfaat dan mendatangkan berkah. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved