Breaking News:

Produsen Mobil Asal China DFSK Mulai PHK Puluhan Karyawannya, Manajemen Buka Suara

Manajemen produsen mobil asal China, DFSK yang memiliki fasilitas perakitan di Indonesia buka suara terkait PHK puluhan karyawannya.

TribunBatam.id via Tribunnews.com
Usher DFSK memamerkan interior DFSK Glory 580 di GIIAS 2018, Selasa (7/8/2018) 

TRIBUNBATAM.id - Kabar kurang sedap datang dari produsen mobil asal China, DFSK.

Pabrik mobil PT Sokonindo Automobile atau DFSK Indonesia terpaksa memutus hubungan kerja 47 karyawan yang berada di fasilitas perakitan Cikande, Serang, Provinsi Banten.

Dongfeng Sokon ( DFSK), juga dikenal sebagai Dongfeng Xiaokang dalam bahasa Mandarin adalah perusahaan antara Dongfeng dan Chongqing Sokon Industry Group Co Ltd yang didirikan pada tanggal 27 Juni 2003.

Di Indonesia, perjalanan DFSK dimulai sejak peresmian pabrik di Kawasan Industri Modern Cikande pada 28 November 2017.

Fasilitas perakitan kendaraan itu diklaim mampu memproduksi hingga 50.000 unit per tahun.

Mobil DFSK juga banyak ditemukan di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Baca juga: Ada China, Israel dan Amerika, 5 Negara Ini Paling Dibenci di Dunia Versi Web Rank Top Ten

Baca juga: Imigrasi Bantah Temuan Pansus DPRD Karimun Soal TKA China Tak Berizin: Dokumen Lengkap

Mereka diketahui memiliki dealer yang berada di pusat kota industri ini.

Manajemen DFSK Indonesia pun buka suara mengenai persolan PHK karyawan.

Public Relation dan Media Manager DFSK, Achmad Rofiqi mengungkapkan, bahwa langkah yang diambil merupakan keputusan yang sulit, namun sudah sesuai dengan kebijakan perusahaan.

Menurut dia, kebijakan itu memperhitungkan kapasitas produksi dengan jumlah permintaan. Meski begitu, DFSK mengklaim telah membayarkan pesangon sesuai perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.

"Yang perlu disampaikan dalam hal ini adalah, PT Sokonindo Automobile sudah memberikan kompensasi kepada para mantan karyawan yang telah di PHK, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara Republik Indonesia, termasuk memberikan kompensasi uang pesangon dan juga THR termasuk ke dalam komponen yang kami berikan kepada mantan karyawan kami," kata Rofiqi belum lama ini seperti diberitakan Tribunnews.com.

Bicara mengenai permasalahan ini, tentunya tidak akan terjadi apabila secara performa penjualan baik-baik saja.

Berdasarkan pernyataan Rofiqi juga bahwa terjadi penyesuaian yang artinya permintaan konsumen mulai berkurang, sehingga proses produksi harus ikut disesuaikan, jika tidak maka kerugian semakin besar.

Maka dari itu, DFSK harus melakukan PHK terhadap 47 karyawan di fasilitas perakitan kendaraannya yang berada di Cikande.

Baca juga: TERBONGKAR Rahasia Kecantikan Wanita China Dapatkan Kulit Cerah dan Awet Muda

Baca juga: Cerita Petugas Damkar Bantu Anak 2 Tahun yang Terjebak Dalam Mobil dan Nyaris Kehabisan Oksigen

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved