Breaking News:

ANAK HILANG DI BINTAN

Datangi Lokasi Anak Hilang, Warga Bintan Ini Terkenang Diserang Buaya di Lokasi yang Sama

Sejumlah warga sebut, sungai di bawah Jembatan l Km 16 Jalan Lintas Barat Bintan memang ada buayanya, tapi warga suka cari kerang di sana

Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Alfandi Simamora
Suasana tim gabungan di lokasi pencarian anak hilang saat cari kerang di Bintan, Senin (25/4/2022) malam 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Sejumlah warga menuturkan, lokasi sepanjang sungai di bawah Jembatan l Km 16 Jalan Lintas Barat, Kecamatan Toapaya, Kabupaten Bintan memang kerap digunakan warga untuk memancing dan mencari kerang.

Tak hanya itu, warga mengakui di sekitar lokasi memang ada buayanya.

Sebelum ada kejadian anak hilang saat mencari kerang atau lokan di sana dan diduga diterkam buaya, warga menyebut masih aman mencari kerang di sana walau ada buaya.

"Saya kerap mencari lokan di sini ketika masih remaja dulu. Kadang buayanya kami lihat, tapi kita tidak diganggu waktu itu. Baru ini saya dengar ada kejadian sampai begini," ucap seorang warga, Ramli saat berada di lokasi jembatan, Senin (25/4/2022) malam.

Warga Toapaya, Eka juga menyampaikan pernyataan senada. 

"Kadang warga memancing di bawah jembatan dan di atas jembatan. Intinya warga sudah sering cari kerang di sana setahu saya," ucapnya.

Ia pun bercerita tentang pengalamannya saat mencari lokan di sana dan diserang buaya di lokasi yang sama.

Kejadian yang menimpa dirinya itu terjadi pada tanggal 1 Januari 2022.

Baca juga: Heboh Beredar Video Anak Diterkam Buaya di Bintan, Basarnas Tanjungpinang: Video Lama

Baca juga: Pencarian Anak Hilang saat Cari Kerang di Bintan Berlanjut, Begini Kesaksian Warga

Kala itu dirinya mencari kerang atau lokan bersama tujuh rekannya saat air surut sekitar pukul 17:00 WIB.

"Jadi saat itu kami ada 8 orang mencari lokan di sana," ucap pria berusia 31 tahun tersebut.

Ketika mereka sibuk mencari kerang, tiba-tiba kaki sebelah kirinya seperti ada yang menggigit. Ia pun tertarik ke dalam air hingga hampir tenggelam saat itu.

"Tapi alhamdulilah saat itu saya tidak panik. Saya mencoba memegang dagu buaya hingga menutup matanya. Atas ridho Allah, buaya itu melepaskan gigitannya dan saya bisa hidup hingga saat ini," ucapnya.

Usai kejadian itu, Eka mengaku sangat bersyukur masih diberikan kesempatan untuk hidup.

"Saya merasa sangat bersyukur. Walaupun usai kejadian saya hampir sebulan lebih tidak bekerja," terangnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved