Breaking News:

Jejak Permusuhan Palestina-Israel, Program Zionisme Era Dimulainya 'Pencaplokan' Lahan Eks Ottoman!

Terlepas dari permasalahan agama, sengkarut masalah membuat konflik Palestina dan Israel terus berlanjut hingga sekarang.

ist
Ilustrasi - Jejak Permusuhan Palestina-Israel, Program Zionisme Era Dimulainya 'Pencaplokan' Lahan Eks Ottoman! 

TRIBUNBATAM.id - Terlepas dari permasalahan agama, sengkarut masalah membuat konflik Palestina dan Israel terus berlanjut hingga sekarang.

Baik Palestina dan Israel yang ingin mendirikan negara di tanah yang sama, membuat keuanya larut dalam perseteruan yang panjang.

Wilayah geografis yang diperebutkan Palestina dan Israel terletak di antara Laut Mediterania dan Sungai Jordan, yang kini telah diberi label Israel di peta.

Di wilayah tersebut, terdapat Kota Yerusalem yang dianggap suci bagi orang Arab Palestina maupun orang Yahudi Israel.

Proses penyelesaian konflik yang telah berlangsung puluhan tahun ini telah menimbulkan konflik lain yang tumpang tindih.

Seperti hubungan Palestina dan Israel yang selalu bermusuhan padahal berdampingan, Israel melakukan pendudukan militer yang membuat warga Palestina menderita dan kelompok-kelompok militan Palestina meneror warga Israel.

Konflik itu diperburuk sejarah panjang dan penuh kekerasan di antara kedua bangsa tersebut.

Terlebih keduanya memilki pembenaran tentang apa dan mengapa konflik terjadi selama lebih dari 70 tahun.

Baca juga: Ada China, Israel dan Amerika, 5 Negara Ini Paling Dibenci di Dunia Versi Web Rank Top Ten

Baca juga: Gempur Palestina Saat Ramadhan, Ini Catatan Kelam Polisi Israel 5 Tahun Terakhir

Oleh sebab itu, perdamaian antara Palestina dan Israel sangat sulit terwujud.

Proses perdamaian telah berlangsung selama beberapa dekade.

Akan tetapi sejak Kesepakatan Oslo 1993 dan 1995, belum ada jalan perdamaian antara Palestina dan Israel.

Akar masalah Palestina dan Israel

Konflik Palestina dan Israel telah berlangsung sejak awal 1900-an, ketika wilayah yang sebagian besar ditempati bangsa Arab dan Muslim masih menjadi bagian dari Kekaisaran Ottoman.

Usai Perang Dunia I, Inggris mendapatkan mandat dari Liga Bangsa-Bangsa untuk membantu mendirikan negara bagi orang-orang Yahudi di wilayah tersebut.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved