Breaking News:

BERITA CHINA

Kelakuan Kapal Perang AS di Selat Taiwan Bikin China Marah

Pada Selasa (26/4/2022) kapal perusak berpeluru kendali USS Sampson milik AS melakukan transit rutin di Selat Taiwan dan memicu kemarahan China

TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi kapal perang AS meluncurkan rudal jelajah Tomahawk 

TRIBUNBATAM.id - Kabar terbaru datang dari perseteruan dua kekuatan dunia, China dan Amerika Serikat (AS).

Berlayarnya kapal perang Negeri Paman Sam melalui selat Taiwan memicu kemarahan Beijing.

Seperti diketahui, China mengklaim Taiwan adalah bagian dari Satu China.

Di satu sisi Barat menolak klaim sepihak itu dan menunjukkan dukungan kepada Taiwan.

Pada Selasa (26/4/2022), kapal perusak berpeluru kendali USS Sampson milik Angkatan Laut AS melakukan transit rutin di Selat Taiwan.

Baca juga: India, China dan Thailand Jadi Korban Setelah Presiden Indonesia Larang Ekspor CPO

Baca juga: Susul Rusia, China Uji Senjata Mengerikan, Beri Pesan ke AS Jangan Ikut Campur Urusan Mereka?

Komando Teater Timur Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) mengatakan, misi semacam itu dengan sengaja merusak perdamaian dan stabilitas.

AS kerap mengirim kapal perangnya melintasi selat sensitif tersebut, setidaknya sebulan sekali, sebuah langkah yang membuat China marah.

China menganggap pelayaran tersebut sebagai tanda dukungan untuk Taiwan, sebagaimana dilansir Reuters.

Komando Teater Timur PLA mengatakan, pasukannya memantau dan memperingatkan kapal itu.

"AS sering melakukan tindakan provokatif seperti itu, mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan kemerdekaan Taiwan, dan dengan sengaja merusak perdamaian dan stabilitas Selat Taiwan," kata Komando Teater Timur PLA.

"Kami dengan tegas menentangnya," sambung Komando Teater Timur PLA dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Ada China, Israel dan Amerika, 5 Negara Ini Paling Dibenci di Dunia Versi Web Rank Top Ten

Baca juga: Imigrasi Bantah Temuan Pansus DPRD Karimun Soal TKA China Tak Berizin: Dokumen Lengkap

Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan, kapal milik AS tersebut berlayar ke utara melalui selat, dan situasi di jalur air itu seperti biasa.

Juru Bicara Armada Ketujuh Angkatan Laut AS Nicholas Lingo mengatakan dalam sebuah pernyataan, bahwa militer AS terbang, berlayar dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional.

"Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terhadap Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka," kata Lingo.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved