RAMADHAN
Masuk Golongan Manusia Merugi Memilih Tidur Setelah Sahur, Ini Penjelasannya
Memilih tidur setelah sahur dan tidak salat dan menjalankan aktivitas seperti biasanya, termasuk golongan Mukmin yang merugi.
TRIBUNBATAM.id - Memilih tidur setelah sahur dan tidak salat dan menjalankan aktivitas seperti biasanya, termasuk golongan Mukmin yang merugi.
Mereka yang memilih tidur setelah sahur, selain berdampak buruk bagi kesehatan tetapi juga melewatkan jadwal penting pada pagi hari.
Dalam sebuah hadis riwayat al-Baihaqi dan Ibnu Hibban, suatu saat Rasulullah SAW mendapati Fatimah tengah tiduran usai Salat Subuh.
Lalu Rasul berkata, "Wahai Fatimah bangun dan saksikanlah rezeki Tuhanmu dan jangan sampai masuk golongan orang lalai, karena sesungguhnya Allah membagi rezeki hamba-Nya sejak habis munculnya waktu fajar hingga terbit Matahari."
Baca juga: Membantu Muslim di Akhirat, Inilah Amalan Penambah Pahala Selama Puasa Ramadhan
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Puasa Hari Kamis 28 April 2022 di Karimun, Anambas, Lingga dan Natuna
Musta'in Ahmad, penceramah dari Surakarata mengatakan, tidur setelah Salat Subuh sebenarnya tidak dilarang dan dibolehkan.
Namun, tidur setelah Salat Subuh sebaiknya tidak dilakukan, karena hal itu termasuk makruh.
"Tidur setelah Salat Subuh hukumnya makruh atau sebaiknya dihindari," kata Musta'in dilansir dari Kompas.com.
Lalu, mengenai tidur setelah makan sahur, Musta'in memaparkan bahwa hal itu tidak baik untuk kesehatan.
Pasalnya, tidur setelah sahur sama dengan tidur setelah makan.
"Bila sahurnya telah larut, maka dikhawatirkan subuhnya kesiangan," ujar Musta'in.
Ia menganjurkan agar setelah makan sahur maupun setelah Salat Subuh untuk tidak kembali tidur.
Sesuai sabda Rasulullah SAW yang secara khusus mendoakan waktu pagi kepada umatnya, tentang keutamaan subuh, "Ya Allah berkahilah untuk umatku waktu pagi mereka." (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa'i, Ibnu Majah).
Baca juga: DPC Peradi Batam Gelar Buka Puasa Bersama Anak Yatim Piatu
Baca juga: Sayangi Nyawamu! Hindari Minuman Ini saat Sahur dan Berbuka Puasa
Sementara itu, Ibnul Qayyim Al Jauziyah juga berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur.
Beliau berkata: "Termasuk hal yang makruh bagi mereka - yaitu orang shalih - adalah tidur antara Salat Subuh dengan terbitnya Matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali."
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id)