Breaking News:

TADARUS RAMADAN

Ceramah Ramadan, Memaknai Idul Fitri

Kata Idul Fitri merupakan rangkaian dua kata yang berasal dari Bahasa Arab, yaitu kata id dengan kata fitri.

Memaknai Idul fitri

Dr Saifuddin Amin, Lc.MA

Bulan Ramadan, sebagimana yang disifatkan oleh Allah Azza-wajalla, hanyalah kumpulan hari- hari yang berbilang (ayyaman ma’duudaat). Ia bukanlah bilangan bulan atau tahun, tetapi hanya dalam kisaran 29 atau 30 hari saja.

Dan di penghujung Bulan Ramadan ini, kaum muslimin di seluruh penjuru dunia akan merayakan Idul fitri.

Kata Idul Fitri merupakan rangkaian dua kata yang berasal dari Bahasa Arab, yaitu kata id dengan kata fitri. Id secara bahasa berasal dari kata aada–ya’uudu, yang artinya kembali.

Hari raya disebut ‘id karena hari raya terjadi secara berulang-ulang, dimeriahkan setiap tahun, pada waktu yang sama. Ada juga yang mengatakan, kata id merupakan turunan kata Al-Adah, yang artinya kebiasaan. Hal ini karena masyarakat telah menjadikan kegiatan ini menyatu dengan kebiasaan dan adat mereka.

Sementara kata fitri memiliki dua makna yang berbeda menurut beberapa pendapat. Kata fitri bisa berarti "berbuka puasa" dan "suci". Adapun fitri yang berarti buka puasa berdasarkan akar kata ifthar (sighat mashdar dari aftharo – yufthiru) dan berdasar hadis Rasulullah SAWyang artinya : ”Dari Anas bin Malik: Tak sekali pun Nabi Muhammad SAW. Pergi (untuk shalat) pada hari raya Idul Fitri tanpa makan beberapa kurma sebelumnya." Dalam Riwayat lain: "Nabi SAW. Makan kurma dalam jumlah ganjil." (HR Bukhari).

Sedangkan kata Fitri yang lain berarti suci, bersih dari segala dosa, kesalahan, kejelekan, keburukan berdasarkan dari akar kata fathoro-yafthiru dan hadis Rasulullah SAW yang artinya: “Setiap bayi yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan mereka bisa menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari penjelasan di atas dapat kita simpulkan bahwa idul fitri adalah merupakan perayaan yang disambut dengan penuh kegembiraan dan kebahagiaan dikarenakan kembalinya seseorang kepada kesucian setelah sebulan lamanya berpuasa untuk menggapai ridho Allah Azza-wajalla.

Juga dapat diartikan bahwa Idul Fitri adalah hari kemenangan di mana umat Muslim bahagia merayakannya dengan buka puasa atau makan. Hal ini juga yang membuat Idul Fitri termasuk dalam hari-hari yang dilarang untuk berpuasa.

Idul Fitri merupakan jalan menuju keadaan fitrah, bersih dan tanpa dosa. Sorang Muslim yang kembali pada fitrahnya akan senantiasa bersikap istiqomah dalam hal keimanan. Kehidupan sehari-harinya akan digunakan untuk berbuat baik dan benar serta tak lupa menaati perintah Allah SWT. Sikap istiqamah ini merupakan sikap yang perlu dan wajib untuk kita pertahankan setelah kita melaksanakan ibadah puasa selama sebulan lamanya.

Imam Ibnu Rajab al-Hambali rahimahullah menjelaskan makna istiqomah dengan mengatakan: “Istiqomah adalah meniti jalan yang lurus, yaitu agama yang lurus, dengan tanpa membelok ke kanan atau ke kiri. Dan istiqomah mencakup melakukan semua ketaatan yang lahir dan yang batin dan meninggalkan semua perkara yang dilarang. Maka wasiat ini mencakup seluruh ajaran agama”.
Istiqomah, sebuah kata yang mudah untuk diucapkan, namun sulit untuk dilaksanakan. Ini adalah kata yang bila diamalkan akan menjadi panduan dalam menjalankan hidup lebih baik. Bahkan istiqomah adalah salah satu nikmat yang Allah berikan untuk kemudian kita syukuri.

Sebagaimana dalam hadist Nabi SAW, Rasulullah SAW bersabda: Dari Sufyan bin Abdullâh ats-Tsaqafi, ia berkata: Aku berkata, “Wahai Rasûlullâh, katakan kepadaku di dalam Islam satu perkataan yang aku tidak akan bertanya kepada seorangpun setelah Anda!” Beliau menjawab: “Katakanlah, ‘aku beriman’, lalu istiqomahlah”.

Pada intinya istiqomah adalah sebuah usaha untuk tetap tegak dan lurus di jalan Allah SWT. Dengan menerapkan ini, maka kita akan dengan mudah melaksanakan ibadah dan tanpa merasa adanya beban. Semoga kita dapat digolongkan dalam golongan orang- orang yang istiqamah setelah menjalani ibadah puasa di bulan suci Ramadan. (*)

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved