TIPS
Waspadai Pembobolan Rekening, Begini Cara Terhindar dari Aksi Skimming di Mesin ATM yang Wajib Tahu
Pada alat skimmer itu pun terdapat spy camera untuk merekam tangan korban yang sedang memasukkan kode PIN.
TRIBUNBATAM.id - Kasus kejahatan perbankan marak banyak yang merugikan nasabah bank.
Uang tabungan yang disimpan kena bobol pihak yang tidak bertanggung jawab.
Biasanya nasabah kehilangan uang simpanan tiba-tiba tanpa pernah melakukan transaksi keuangan.
Insiden ini salah satunya disebabkan aksi kriminal pencurian data (skimming) yang dilakukan oleh pelaku kejahatan di mesin ATM.
Seperti yang menimpa beberapa nasabah Bank Riau Kepri di Batam belum lama ini.
Mereka kehilangan sejumlah uang dari rekeningnya.
Skimming adalah salah satu tindak kejahatan yang paling sering terjadi pada nasabah perbankan.
Skimming seringkali disebut sebagai pembobolan rekening bank.
Baca juga: 7 Cara Membuat Kode PIN Kartu ATM yang Aman dan Sulit Dibobol Peretas
Baca juga: Cara Membuat PIN ATM yang Aman dan Mudah Diingat, Tapi Sulit Dibobol Orang Lain
Bentuk dari alat skimmer ini berbentuk mulut slot kartu ATM.
Saat kartu ATM sudah masuk, skimmer akan membaca dan merekam setiap data yang terdapat pada kartu ATM.
Pada alat skimmer itu pun terdapat spy camera untuk merekam tangan korban yang sedang memasukkan kode PIN.
Jika setiap langkah sudah terekam, pelaku sukses mendapat semua data yang diperlukan.
Oleh karena itulah, skimming adalah metode yang agak sulit dideteksi.
Kerugian skimming adalah kehilangan saldo tiba-tiba direkening dengan riwayat jejak yang minim.
Dengan mengetahui cara kerja skimming, masyarakat dapat lebih berhati-hati ketika melakukan transaksi menggunakan kartu ATM.
Cara menghindari skimming
Berikut inilah langkah-langkah atau cara untuk menghindari praktik skimming:
1. Memeriksa alat transaksi
Seperti telah dijelaskan sebelumnya, skimming adalah kejahatan dengan menggunakan alat yang sukar dideteksi oleh mata.
Namun, jika menemukan alat yang mencurigakan di ATM dan area pindad ATM saat melakukan transaksi, kamu dapat langsung menghubungi dan melapor ke bank terkait.
2. Tutupi tangan ketika memasukkan PIN
Meskipun skimming adalah metode yang cukup sulit dideteksi dan dihindari, langkah ini cukup sederhana untuk dilakukan setiap hendak bertransaksi dengan mesin ATM atau EDC.
Dengan menerapkan langkah ini, mesin skimmer akan kesulitan untuk merekam gerakan tangan saat sedang menekan PIN ATM.
Baca juga: Cara Mengatasi Lupa Password Ketika Membuka HP Android, Pilih Salah Satu dari 3 Langkah Ini
Baca juga: Dana Nasabah Hilang Diduga Kena Skimming, OJK Minta Bank Riau Kepri Segera Bertindak
Langkah ini juga bisa meminimalisasi kemungkinan orang lain atau spy camera melihat PIN Anda.
3. Ganti PIN secara berkala
Metode skimming juga memerlukan rekaman kode PIN ATM.
Karena itulah, sebaiknya nasabah mengganti kode PIN ATM secara berkala.
Penggantian PIN bisa dalam seminggu sekali, tiga hari sekali, ataupun setiap hari.
Hal ini akan mencegah kejahatan skimming meskipun kode PIN ATM sudah pernah terekam oleh pelaku skimming.
4. Menggunakan kartu chip-based
Antisipasi metode skimming tidak hanya menjadi tanggungjawab nasabah.
Nasabah diharuskan untuk mengganti kartu dengan jenis kartu chip-based.
Dengan kartu chip-based, data kartu Debit atau kartu Kredit nasabah lebih aman karena chip yang digunakan sudah mengaplikasikan teknologi enkripsi data.
Sekalipun terdeteksi oleh alat skimming, data yang terekam hanya berupa kode-kode dan simbol abstrak yang tidak bisa diartikan.
Baca juga: Bank Indonesia Perwakilan Kepulauan Riau Beri Tips Aman Gunakan QRIS
Baca juga: Ciri-ciri Praktik Penipuan di Medsos, Pelaku Bidik Akun Bank untuk Kuras Uang Korban
Itulah mengenai skimming adalah salah satu tindak kejahatan perbankan dan cara menghindari skimming.
Semoga bermanfaat.
(*/TRIBUNBATAM.id)