Breaking News:

Bravo! Polisi Gagalkan Penyelundupan 121 Ton Minyak Goreng Siap Ekspor ke Timor Leste

Bareskrim Polri dan Polda Jatim gagalkan penyelundupan 8 kontainer minyak goreng seberat 121 ton dari Jatim ke Timor Leste

Editor: Dewi Haryati
Surya.co.id/Firman Rachmanudin
Ribuan kemasan minyak goreng ilegal yang bakal diekspor di Terminal Teluk Lamong Surabaya. 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Upaya penyelundupan delapan kontainer minyak goreng siap ekspor dari Jawa Timur (Jatim) ke negara Timor Leste digagalkan tim Bareskrim Polri dan Polda Jatim.

Ada pun delapan kontainer itu berisikan 162.642,6 liter atau 121,985 ton minyak goreng.

Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto mengatakan, pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat kepada Polres Pelabuhan Tanjung Perak.

Disampaikan, adanya dugaan pelanggaran Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang larangan sementara ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil.

Kegiatan ini bertentangan dengan kebijakan pemerintah yang melarang ekspor minyak goreng, demi memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Dalam kasus ini, polisi telah menetapkan dua orang sebagai tersangka, yakni inisial (R) 60 tahun dan (E) 44 tahun.

Mereka diduga berperan sebagai eksportir minyak goreng di tengah berlangsungnya kebijakan larangan ekspor.

Menurut Agus, diduga terdapat 11 kontainer berisikan minyak goreng siap ekspor.

Baca juga: Minyak Goreng Sampai Tembakau Picu Inflasi Kepulauan Riau April 2022

Baca juga: Satgas Pangan Bintan Cegah Minyak Goreng Curah Langka Lagi, Sebar 16 Ribu Liter

Namun, tiga kontainer telah berada di Negara Timor Leste dan saat ini polisi sedang berkoordinasi dengan Ditjen Bea Cukai, untuk melakukan penarikan tiga kontainer tersebut.

"Delapan kontainer yang berisikan minyak goreng dengan merek Linse, Tropis, dan Tropical telah diamankan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak," ujar Agus kepada awak media di Jakarta, Kamis (12/5/2022) dilansir dari Tribunnews.com.

Ia melanjutkan, untuk melancarkan aksinya pelaku memalsukan dokumen pengiriman barang.

Mereka mengelabui petugas Bea Cukai dengan memasukkan barang yang tidak sesuai dengan pos tarif atau HS dan invoice Persetujuan Ekspor Barang (PEB).

Adapun invoice tertulis barang-barang seperti engsel pintu, cat, genteng, glass block mulia, alat-alat pipa, pipa pvc, Sika vix tile adhisive, tong besi tutup lebar, snack, sterefoam, sendok bebek plastik, komputer, sparepart mobil aqua.

"Namun isi barang di dalam kontainer adalah minyak goreng dengan merek tersebut," ucap Agus.

Atas perbuatannya, pelaku disangka melanggar Pasal 112 Ayat (1) Jo Pasal 51 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan Jo Pasal 3 Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2022 tentang Larangan Sementara Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olein and Used Cooking Oil. (tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Polisi Gagalkan Pengiriman 8 Kontainer Berisikan 121 Ton Minyak Goreng Siap Ekspor ke Timor Leste

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved