Breaking News:

DISKOMINFO NATUNA

Bupati Natuna Apresiasi Kejaksaan Selesaikan Perkara Pidana lewat Restorative Justice

Bupati Natuna Wan Siswandi berharap, setiap perkara ringan yang kerugiannya kurang dari Rp 2,5 juta, dapat diselesaikan lewat restorative justice

Penulis: Muhammad ilham | Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Muhammad Ilham
Bupati Natuna, Wan Siswandi dan Kapolres Natuna AKBP Iwan Ariyandhy 

NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Bupati Natuna, Wan Siswandi mengapresiasi Kejaksaan Negeri Natuna yang telah memfasilitasi penyelesaian perkara pidana melalui Restorative Justice (RJ) atau keadilan restoratif.

Hal tersebut disampaikan Wan Siswandi setelah mengikuti kegiatan proses perdamaian Restorative Justice (RJ) di Aula Kantor Kejaksaan Negeri Natuna, Jalan Pramuka, Kecamatan Bunguran Timur, Kabupaten Natuna, Jumat (13/5/2022).

"Proses perdamaian secara restorative justice ini sangat bagus. Ini merupakan tindak lanjut atau produk dari Kampung Restorative Justice di Desa Sepempang yang telah diresmikan Kejari Natuna beberapa waktu lalu," kata Wan Siswandi.

Ia berharap, dengan adanya Kampung Restorative Justice di Natuna, setiap perkara ringan yang kurang dari Rp 2,5 juta dapat diselesaikan secara kekeluargaan atau perdamaian melalui restorative justice.

"Tapi bukan berarti tindak pidana seperti itu diperbolehkan, jika dilakukan berulang-ulang pasti tetap diproses secara hukum," kata Wan Siswandi.

Di lokasi sama, Kapolres Natuna, AKBP Iwan Ariyandhy yang juga turut hadir mengatakan, pihaknya sebagai keamanan terus melakukan imbauan kepada masyarakat melalui Bhabinkamtibmas.

"Harapan kita dari kejadian ini dapat merupakan pelajaran bagi kita semua. Namun untuk perkara-perkara tertentu yang sudah diatur bisa diselesaikan di luar jalur pengadilan dalam bentuk Restorative Justice," ujar Kapolres Iwan.

"Pada hari ini kita mengapresiasi Kejari Natuna yang telah memfasilitasi proses perdamaian melalui Restorative Justice. Perdamaian ini harus memenuhi beberapa hal seperti pelaku minta maaf dan korban memaafkan, dan ketentuan lainnya terpenuhi maka bisa dilakukan restorative justice," tambahnya.

Baca juga: Kejari Natuna Fasilitasi Perdamaian Kasus Pencurian 20 Dus Keramik di Ranai

Baca juga: Nopriani Bisa Ketemu Anaknya Lagi, Kejagung Kabulkan Restorative Justice Kejari Bintan

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Natuna, Imam MS Sidabutar mengatakan bahwa proses perdamaian melalui Restorative Justice yang dilakukan hari ini merupakan perdana.

"Iya, setelah Kampung Restorative Justice kita resmikan beberapa waktu lalu, kegiatan kali ini merupakan produk yang pertama, yaitu perdamaian melalui Restorative Justice," katanya.

Ia menjelaskan dalam upaya perdamaian secara restorative justice harus melalui beberapa tahap dan proses.

Pertama, tidak pidana tersebut tidak lebih dari Rp 2,5 juta, pelaku bukan residivis, dan kedua belah pihak saling memaafkan.

"Setelah memenuhi hal tersebut, baru kita akan kirim laporan ke Kejati dan dilanjutkan ke Kejaksaan Agung untuk mendapatkan persetujuan Restorative Justice nya," terang Imam.

Kegiatan ini turut dihadiri Bupati Natuna Wan Siswandi, Kapolres Natuna AKBP Iwan Ariyandhy, Wakil Bupati sekaligus Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna Rodhial Huda, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Natuna, Camat Bunguran Timur, Kasipidum Kejari Natuna, Kasubag Bin Kejari Natuna dan pihak korban serta tersangka dan keluarga. (Tribunbatam.id/Muhammad Ilham)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved