Breaking News:

Kemah Sejoli Berubah Mencekam, Remaja Tewas Tersambar Petir, Main Ponsel saat Cuaca Buruk

Pacar Aw, remaja yang tewas karena tersambar petir saat kemah meratapi jasad kekasihnya. Ia diketahui bermain ponsel saat cuaca buruk.

Suar.id
Ilustrasi tersambar petir - Seorang remaja meninggal dunia karena tersambar petir saat kemah. Ia diketahui bermain ponsel saat cuaca buruk. 

TRIBUNBATAM.id - Nasib malang dialami seorang remaja berinisial Aw yang masih berumur 18 tahun.

Ia meninggal dunia karena tersambar petir saat kemah bersama kekasihnya, Sabtu (14/5/2022) sekira pukul 15.00 WIB.

Warga Bekasi, Provinsi Jawa Barat itu diketahui bermain ponsel ketika cuaca buruk.

Aw diketahui sedang memasak di depan tenda sambil bermain ponsel.

Pacar korban, Aldi Wijaya hanya bisa menangis meratapi kekasih hatinya yang sudah terbaring tak bernyawa di hadapannya.

Meski ikut tersambar petir, kondisinya masih lebih beruntung.

Tidak ada luka hanya syok dan lemas.

Baca juga: Mahasiswa Tersambar Petir, HP di Saku Ikut Hangus

Baca juga: HARI Ini, Sejumlah Wilayah di Batam Diprediksi Hujan Disertai Petir hingga Sore

Gerbang masuk Camp Gayatri
Gerbang Masuk Camp Gayatri di Kampung Citeko 01/09, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Diketahui, korban meninggal belum memiliki identitas KTP, sedangkan pacarnya yang bernama Aldi Wijaya beralamat di Kampung Gedung Waringin, Desa Sukaringin, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Cisarua, Kompol Supriyanto mengatakan, korban datang ke Camp Gayatri, Kampung Citeko, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat bersama pasangannya sekira pukul 13.15 WIB.

Sesampainya di Camp Gayatri, lanjut Kompol Supriyanto, AW dan pasangannya langsung memasak di depan tenda dan memainkan ponsel.

"Pada saat cuaca mendung dan kemudian korban sedang memasak di depan tenda tempat korban menginap tersebut, dan pada saat korban sedang memainkan handphone sambil memasak hingga tersambar petir," ujar Kapolsek Cisarua, Kompol Supriyanto, melalui keterangan tertulis, Sabtu (14/5/2022).

Setelah dinyatakan meningal dunia, ikorban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans desa.

"Korban meninggal dunia di tempat Camp Gayatri, setalah itu Korban langsung dibawa ke RSPG Cibereum untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," terangnya.

Baca juga: Hujan Deras Disertai Petir Guyur Batam, BMKG Minta Warga Waspadai Potensi Banjir

Baca juga: Waspada Cuaca Batam, BMKG Prediksi Potensi Hujan Petir dan Angin Kencang

Menurut keterangan sopir ambulans, kondisi tubuh korban tetap normal tidak seperti yang dibayangkan banyak orang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bogor
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved