Breaking News:

BATAM TERKINI

AKSA, Siswa SMP di Batam Jadi Finalis Kejuaraan Nasional Tenis Remaja ke-103

Aksa, siswa SMP Muhammadiyah Plus Batam berhasil meraih juara kedua (Runner Up) Kejuaraan Nasional Tenis Remaja ke-103, pekan lalu di Jakarta.

ISTIMEWA
Aksa dan Khansa bersama Kapolresta Barelang, Kombespol Nugroho Tri Nuryanto. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Aksa, siswa SMP Muhammadiyah Plus Batam berhasil meraih juara kedua (Runner Up) Kejuaraan Nasional Tenis Remaja ke-103, pekan lalu di Jakarta . 

Keberhasilan Aksa menjadi finalis di KU-14 tunggal putra tenis tidak lepas dari dukungan orangtua dan bimbingan pelatih berstandar ITF Coach Michael Pakasi.

Tidak hanya itu, Aksa juga mendapatkan suport langsung dari Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto.

Kapolresta selalu memberikan motivasi agar lebih giat lagi mengukir prestasi dengan cara banyak mengikuti turnamen  unggulan di tanah air.

Sementara itu, untuk lapangan difasilitasi oleh Dispora Batam dengan memberikan izin untuk berlatih di lapangan tenis Pemko Batam yang terletak di Sungai Harapan, Sekupang bersama Junior lain.

Keberhasilan Aksa, tentu menambah poin  untuk mendapatkan peringkat petenis secara nasional.

Baca juga: STOK Berkurang, Harga Daging Ayam di Tanjungpinang Naik Jadi Rp 45.000 per Kg

Baca juga: REAKSI Warga Batam Saat Presiden Izinkan Lepas Masker di Luar Ruangan

Yang mana dari 16 peserta masing-masing Kelompok dan umur, seluruhnya menyelesaikan pertandingan dengan sistem gugur.

Aksa berhasil mengalahkan lawannya pada babak pertama (16 besar) yakni Ryouta Rommy Nonaka ( Bandung), kemudian berlanjut melawan Octha Cahaya Murensa (Metro Lampung) dan berhasil masuk ke semi final.

Di babak semi final Aksa melawan petenis asal Depok, Rafarael Attarsyah Latief.

Dan sayang pada partai final harus mengakui keunggulan petenis asal Karawang, Raihan Somantri.

Keberhasilan menjadi finalis, memberikan motivasi bagi Aksa untuk bisa bersaing di tingkat nasional, khusus kelompok umur remaja nasional.

Sementara itu, untuk KU-putri  Batam mengirimkan Khansa Rahma Zahira namun hanya berhasil di babak 8 besar.

Pelatih Michael berharap dengan kesuksesan petenis Batam, bisa memberikan motivasi bagi pengurus Pelti Batam maupun Kepri untuk menggelar turnamen untuk kategori yunior.

"Berat jika para petenis yunior Batam atau Kepri untuk mengasah kemampuan harus keluar Batam, tentu butuh biaya yang besar," ujar Michael Selasa (17/5/2022).

Dikatakannya, apalagi dengan letak Batam yang strategis dan perkembangan prestasi petenis yunior Batam tentu menambah minat petenis dari daerah lain hadir dan sekaligus menambah poin untuk para petenis Batam dan Kepri. ( TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

 

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved