Breaking News:

Jokowi Buka Keran Ekspor CPO-Minyak Goreng Lagi, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Gembira

Ketum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Gulat Manurung memberikan apresiasi atas kebijakan Presiden Jokowi kembali buka keran ekspor CPO dan migor

Editor: Dewi Haryati
Tribunnews/Republika
Jokowi Buka Keran Ekspor CPO-Minyak Goreng Lagi, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Gembira. Foto Presiden Jokowi 

JAKARTA, TRIBUNBATAM.id - Kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencabut larangan ekspor minyak sawit dan Crude Palm Oil (CPO) mendapat apresiasi dai Asosiasi Petani Kelapa Sawit (Apkasindo).

Hal ini disampaikan Ketua Umum DPP Apkasindo Gulat Manurung.

“Terimakasih dan salam hormat kami petani sawit Indonesia kepada Pak Jokowi,” kata Gulat dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com, Jumat (20/5/2022).

Sebelumnya dalam tayangan video di kanal resmi Sekretariat Presiden, Kamis (19/5/2022), Presiden Joko Widodo menyatakan membuka kembali keran ekspor CPO dan minyak goreng, setelah sebelumnya dilarang mulai 28 April 2022.

“Meskipun sulit dan berat menjalani 28 hari masa-masa sulit sejak Bapak melarang ekspor, berakibat anjloknya harga TBS (Tandan Buah Segar) kami petani sampai 70 persen, tapi kami petani sawit berhasil melaluinya dan menunjukkan komitmen bernegara,” ujar Gulat.

Ia menambahkan, sawit merupakan sumber nafkah bagi para petani, sekaligus menjadi harapan dan masa depan ekonomi Indonesia.

"Kami petani sawit sangat terhormat diberi kesempatan untuk mewujudkan harapan Presiden tersebut,” katanya.

Serangkaian keputusan yang ditempuh pemerintah, menurutnya tentu sudah dipertimbangkan sebelumnya dari semua aspek secara terukur.

Baca juga: Kebutuhan Nasional Sudah Terpenuhi, Jokowi Kembali Buka Kran Ekspor CPO ke Luar Negeri

Baca juga: HARGA Minyak Goreng di Indomaret dan Alfamart per 18 Mei 2022, Termurah Merek Amanda dan Sania

Menurutnya, keputusan pemerintah mencabut larangan ekspor minyak goreng dan CPO dapat dijadikan bahan introspeksi diri bagi petani sawit Indonesia.

Ia menambahkan pencabutan larangan ekspor minyak goreng dan CPO menjadi pelajaran meningkatkan tata kelola sawit Indonesia dari aspek ekonomi, sosial, dan ekologi, khusunya bagi para petani.

“Larangan ekspor tersebut juga sudah menyadarkan Indonesia, betapa pentingnya Sawit untuk Indonesia, baik dari segi ekonomi, sosial dan keberlanjutan, bahkan dunia yang dulunya selalu menomor tigakan sawit, namun disaat yang bersamaan menjerit ketika keran eksport ditutup oleh Presiden,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memutuskan untuk membuka ekspor minyak goreng mulai Senin (23/5/2022).

Hal tersebut dilakukan karena menurut Jokowi kebutuhan nasional akan minyak goreng sudah terpenuhi. Selain itu, harga rata-rata minyak goreng curah juga semakin menurun.

Jokowi menambahkan, keputusan pembukaan ekspor minyak goreng ini juga atas pertimbangan adanya 17 juta orang tenaga kerja di industri sawit.

"Berdasarkan kondisi pasokan dan harga minyak goreng saat ini. Serta mempertimbangkan adanya 17 juta orang tenaga di insustri sawit, baik petani, pekerja dan juga tenaga pendukung lainnya."

"Maka saya memutuskan bahwa ekspor minyak goreng akan dibuka kembali Senin (23/5/2022)," kata Jokowi dalam tayangan video di kanal resmi Sekretariat Presiden, Kamis (19/5/2022). (tribunnews.com)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Asosiasi Petani Sawit Senang, Jokowi Cabut Larangan Ekspor Minyak Goreng dan CPO

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved