Breaking News:

Penampakan Bus Peziarah yang Alami Kecelakaan Maut di Ciamis, KNKT Periksa Bangkai Bus

Sehari pasca kecelakaan maut, petugas KNKT didampingi petugas uji KIR Dishub Ciamis dan personel Satlantas Polres Ciamis mengecek bangkai bus, Minggu

Editor: Dewi Haryati
Tribun Jabar/Andri M Dani
Kondisi bangkai bus pariwisata angkut peziarah yang alami kecelakaan maut di Ciamis, setelah dievakuasi dari lokasi kejadian di rest area SPBU Nagrak, Minggu (22/5/2022) 

CIAMIS, TRIBUNBATAM.id - Pasca kecelakaan maut yang terjadi di Tanjakan Pari Panumbangan, Ciamis, Sabtu (21/5/2022) lalu, kondisi bus pariwisata yang angkut peziarah itu mengalami rusak parah.

Dalam peristiwa kecelakaan itu, bus menabrak sejumlah kendaraan di depannya dan menabrak beberapa rumah warga.

Empat orang dilaporkan tewas, sedangkan puluhan korban lainnya luka-luka akibat kecelakaan yang terjadi.

Sehari setelah kecelakaan, bangkai bus PO Pandawa dengan nomor pelat DK 7307 WA terparkir di rest area SPBU Nagrak Ciamis, Minggu (22/5/2022).

Bangkai bus itu sebelumnya sudah dievakuasi dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) kecelakaan.

Di hari itu juga, petugas dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi ( KNKT) didampingi petugas uji KIR Dishub Ciamis dan personel Satlantas Polres Ciamis melakukan pengecekan terhadap bangkai bus.

Secara detail bangkai bus yang sudah ringsek tersebut diteliti, sejumlah komponen bus bahkan diamankan seperti speedo meter.

Speedometer yang menunjukkan data kecepakatan bus saat terjadi kecelakaan maut di Tanjakan Pari jalan raya Panjalu-Panumbangan tersebut.

Baca juga: Teriak Allahu Akbar, Ini Kesaksian Penumpang Bus saat Kecelakaan Maut di Ciamis

Baca juga: Kecelakaan Maut di Ciamis Libatkan Bus Angkut Peziarah, 3 Orang Meninggal Dunia

Komponen lain yang dicek kondisinya seperti rem, kondisi ban, mesin dan lainnya.

Objek yang diteliti tidak hanya difoto tetapi juga divideo untuk mendapatkan gambaran objektif penyebab kenapa terjadi kecelakaan bus yang membawa penumpang rombongan peziarah yang telah menelan korban 4 orang meninggal dan puluhan lainnya luka-luka tersebut.

Peristiwa kecelakaan maut di Ciamis, tepatnya di Tanjakan Pari, yang menewaskan 4 orang korban Sabtu (21/5/2022) pukul 18.00 petang mendapat perhatian serius Dirjen Perhubungan Darat (Hubdar) Kemenhub, Budi Setiadi.

Dirjen Hubdar, Budi Setiadi dan rombongan meninjau langsung lokasi kejadian di Dusun Paripurna, RT 20/07, Desa Payungsari, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, Minggu (22/5/2022) siang.

Budi Setiawan kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian Minggu mengatakan kondisi jalan raya Panjalu-Panumbangan yang sempit tidak layak untuk dilalui bus besar, misalnya bus pariwisata.

Mengingat kondisi jalan raya yang berada di bawah kewenangan Provinsi Jabar tersebut sempit (lebarnya hanya 5,5 meter), berada daerah tebing dan jurang.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved