Breaking News:

19 Orang Jadi Tersangka, Satgas Mafia Tanah Bongkar Pemalsuan Surat Lahan di Bintan Kepri

Tindak lanjut LP terkait tanah di Bintan, Satgas Mafia Tanah Polda Kepri menetapkan 19 orang sebagai tersangka kasus pemalsuan surat tanah 48 hektare

Penulis: Beres Lumbantobing | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Beres Lumbantobing
Tersangka kasus pemalsuan surat tanah di Bintan, Rabu (25/5/2022) saat ekspose di Polda Kepri. Dari 19 orang yang ditetapkan Satgas Mafia Tanah Polda Kepri sebagai tersangka dalam kasus ini, sebagian di antaranya sudah ditahan dalam perkara yang berbeda 

BATAM, TRIBUNBATAM.id – Satgas Mafia Tanah Polda Kepri mengungkap kasus pemalsuan surat tanah di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri.

Obyek perkaranya berada di Jalan Lintas Barat KM 32, Desa Bintan Buyu, Kecamatan Teluk Bintan.

Dari pengungkapan kasus hasil kerja sama Ditreskrimum Polda Kepri, Polres Bintan dan Kanwil BPN Provinsi Kepri ini, 19 orang ditetapkan menjadi tersangka.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt, saat konferensi pers di Mapolda Kepri, Rabu (25/5/2022).

Turut hadir dalam konfrens itu Dir Reskrimum Polda Kepri Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian dan Kabid Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Provinsi Kepri Joko Pitoyo Cahyono S.Si.T dan Kasat Reskrim Polres Bintan Iptu M. D. Ardiyaniki.

"Satgas Mafia Tanah Provinsi Kepri berhasil ungkap dugaan tindak pidana pemalsuan surat tanah seluas 48 Hektare," kata Harry.

Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari enam Laporan Polisi dengan waktu kejadian di antara tahun 2013-2018.

Lokasinya di Desa Bintan Buyu Kecamatan Teluk Bintan.

Baca juga: Oknum Kades di Bintan Terjerat Kasus Mafia Tanah, Dapat Imbalan Rp 18 Juta, Ini Perannya

Baca juga: MAFIA Tanah Punya Banyak Antek, Kades dan Mantan Kades di Bintan Ditahan

Adapun tersangka yang disidik dalam kasus ini sebanyak 19 orang. Mereka punya peran masing-masing.

Seperti inisiator pembuat surat palsu berinisial AK, SD dan MA, selanjutnya pembuat surat palsu (Sporadik/SKPPT) berinisial KN, KM, MA, SP (perempuan), RR, dan IH.

Berikutnya yang berperan sebagai pengguna surat palsu berinisial MN, RM, JM, AD, MR, MN, IR, RS dan IK serta HE yang ikut membantu mengetik dan mencetak Sporadik dan SKPPT serta sebagai juru ukur.

"Dari 19 tersangka ini ada yang sudah ditahan dalam perkara lain," ujarnya.

Modus operandinya, pelaku yang berperan sebagai inisiator membuat surat sporadik bersama-sama dengan aparat desa dengan menggunakan nama orang lain.

"Perbuatan yang mereka lakukan ini yaitu dengan mencari keuntungan dengan cara menjual sporadik kepada perusahaan yang ada di Bintan. Atas tindakan yang dilakukan, pelaku mengambil keuntungan kurang lebih sebesar Rp500.000.000 (lima ratus juta)," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhardt.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved