Breaking News:

Tekan Biaya Logistik, Ini Sederet Langkah BP Batam di Antaranya Kontrol Tarif Layanan

Direktur BUP BP Batam Dendi Gustinandar sebut, upaya yang bisa dilakukan pihaknya tekan biaya logistik yang mahal yakni dengan kontrol tarif pelayanan

Penulis: Hening Sekar Utami | Editor: Dewi Haryati
ISTIMEWA
Tekan Biaya Logistik, Ini Sederet Langkah BP Batam di Antaranya Kontrol Tarif Layanan. Foto kapal angkutan barang sedang bersandar di Pelabuhan Batu Ampar Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pembangunan "container yard" Pelabuhan Batu Ampar direncanakan akan rampung tahun 2022 ini.

Badan Pengusahaan (BP) Batam tengah melakukan perluasan lahan container yard tersebut menjadi 3,8 hektare.

Berbagai upaya pembangunan dan revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar tersebut juga dinilai harus sejalan dengan penyelesaian masalah tarif logistik yang dituntut para pengusaha agar lebih murah.

Direktur Badan Usaha Pelabuhan (BUP) BP Batam, Dendi Gustinandar, mengakui, arahan dari kementerian kepada BP Batam, diharapkan tarif logistik dapat turun yang saat ini masih di angka 23 persen.

"Ini adalah tugas kita bersama untuk menekan biaya logistik. BP Batam adalah pemilik dan pengelola pelabuhan. Yang kami bisa lakukan adalah mengontrol tarif pelayanan," jelas Dendi.

Ia mengungkapkan, dalam upaya menurunkan biaya logistik, di tahun 2021 BP Batam sudah dua kali merevisi Peraturan Kepala (Perka) BP Batam.

Beberapa contoh pelayanan yang biayanya diturunkan, seperti tarif yacht, biaya labuh, tarif tambat, dan biaya masa inap (dwelling time) kontainer.

"Termasuk contohnya biaya labuh dari Rp 1.450 per GT per etmal, menjadi hanya Rp 45 per GT per etmal," tambah Dendi.

Baca juga: Kadin Kepri Surati Presiden Jokowi, Minta Solusi Biaya Logistik Naik dan Beratkan Investor

Baca juga: BP Batam Kebut Proyek Pembangunan Pelabuhan Batu Ampar Wujudkan Batam Hub Logistik

Sementara itu, dari sisi pelayanan perizinan, BP Batam juga sudah mempermudah dengan fasilitas layanan online. Kini, pengajuan perizinan dapat dilayani dengan mudah, cepat, tanpa harus tatap muka dengan petugas.

Berbagai proyek pembenahan dan revitalisasi Pelabuhan Batu Ampar juga tengah dilakukan.

Salah satunya proses dredging atau pengerukan alur minus (-)12 mLWS rata-rata dari posisi saat ini yang hanya minus (-) 3. Hal ini bertujuan agar proses bersandar kapal di pelabuhan lebih cepat.

"Kalau semuanya sudah minus 12, berarti lebih banyak kapal yang bisa sandar. Dengan lebih banyak maka akan mengurangi waktu, berkurang waktu lebih efisien," jelas Dendi. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved