Breaking News:

BERITA CHINA

Belum Selesai Masalah di Taiwan, China Malah Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan

Negeri Panda mengklaim hampir sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang memicu protes dari banyak negara, termasuk AS yang merasa "tak dihargai"

AFP PHOTO
Foto hanya ilustrasi - Dasar China! Belum Selesai Masalah di Taiwan malah Gelar Latihan Militer di Laut China Selatan 

TRIBUNBATAM.id - Ketegangan antara China dengan Amerika Serikat (AS) belum juga mereda di 2022.

Sejumlah isu membuat AS dan sekutu Barat-nya menekan Beijing untuk terlalu "dominan" dalam banyak hal. 

Seperti diketahu, Negeri Panda mengklaim hampir sebagian besar wilayah Laut China Selatan yang memicu protes dari banyak negara, termasuk AS yang merasa "tak dihargai" sebagai polisi dunia.

Selain itu, ketegangan juga terjadi di Taiwan, setelah China berulangkali menyatakan pulau itu bagian dari China dan berjanji akan merebutnya kembali.

Ketegangan dengan Barat dan China kembali terjadi, setelah China berencana melakukan latihan militer di Laut China Selatan pada Sabtu (28/5/2022), sekitar 25 km di lepas pantai Provinsi Hainan.

Latihan itu datang ketika Amerika Serikat (AS) memimpin peringatan atas kehadiran militer dan ekonomi China yang berkembang dari Laut China Selatan hingga Kepulauan Pasifik.

Baca juga: Laut China Selatan Siaga! Barat Panik Xi Jinping Teken Pakta Keamanan Baru dengan Solomon

Baca juga: Panas Dinging Hubungan AS-Beijing di Laut China Selatan, Militer Xi Jinping Ingatkan Kapal AS Pergi

"Latihan militer akan diadakan dan dilarang masuk area," kata Badan Keselamatan Maritim China dalam sebuah pernyataan pada Kamis (26/5/2022), seperti dikutip Channel News Asia.

Beijing memperingatkan area seluas sekitar 100 km persegi akan ditutup untuk lalu lintas maritim selama lima jam.

China secara rutin melakukan latihan militer di perairan dekat pantainya, dengan latihan di daerah lain dekat Hainan pada pekan depan.

Tetapi, latihan militer terbaru datang ketika Beijing menghadapi paduan suara yang terus meningkat dari AS dan sekutu Barat.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken pada Kamis lalu, menuduh Beijing meningkatkan ketegangan atas Taiwan, yang China klaim sebagai bagian dari wilayahnya.

"Beijing telah terlibat dalam retorika dan aktivitas yang semakin provokatif seperti pesawat PLA terbang dekat Taiwan hampir setiap hari," kata Blinken merujuk pada Tentara Pembebasan Rakyat China, sebagaimana dikutip dari kontan.co.id.

Dia juga menyerukan upaya untuk mengimbangi "niat China untuk membentuk kembali tatanan internasional".

Baca juga: 3 Alasan Kenapa China Ngotot Caplok Hampir Seluruh Laut China Selatan meski Ditentang Banyak Negara

Baca juga: Insiden Laut China Selatan, Kapal Selam AS Tenaga Nuklir Tabrak Gunung Bawah Laut

Sebelumnya, Presiden Joe Biden berjanji bahwa AS akan membela Taiwan secara militer jika diserang oleh China, saat melakukan perjalanan ke wilayah Asia awal pekan ini.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved