Breaking News:

PEMKO BATAM

Apa Itu Program DASHAT? Upaya Pemerintah Cegah Stunting di Batam

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional RI menghadirkan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sebagai Upaya pencegahan kekerdilan.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
tribunbatam.id/Roma Uly Sianturi
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad mengatakan, permasalahan kekerdilan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat di daerah setempat untuk mencegahnya. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Permasalahan kekerdilan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) dan masyarakat di daerah setempat untuk mencegahnya.

Demikian diungkapkan Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad.

"Jelaslah tidak bisa hanya pemerintah saja. Kita bersama-sama untuk mencegah ini," kata Amsakar beberapa waktu yang lalu.

Berdasarkan hasil data dari aplikasi elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis masyarakat (e-PPGBM), Amsakar menjelaskan untuk tahun 2022 angka kekerdilan di Batam 3,38 persen. Sementara di tahun 2021 6,02 persen.

"Kami sudah menginput data e-PPGBM,  yang diinput oleh masing-masing kepala puskesmas, kader posyandu melalui data elektronik, angka kita 2022 ini hanya 3,38 persen dan angka di 2021 6,02 persen," katanya.

Sementara itu, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI menghadirkan Program Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) sebagai Upaya pencegahan kekerdilan.

Baca juga: Dulu Tempat Orang Buang Sampah, Kini Kampung Tua di Batam Ini Jadi Tempat Wisata Terkenal

Dengan adanya dapur sehat ini setidaknya masyarakat bisa memanfaatkan yang ada di lingkungan mereka masing-masing, seperti buah-buahan, ikan  dan lain sebagainya.

"Hal itu menjadi salah satu langkah antisipasi stunting," kata Kepala Perwakilan BKKBN Kepri, Rohina di Kota Batam, Kepulauan Riau.

DASHAT lanjutnya, upaya memanfaatkan potensi pangan lokal yang sehat, lezat, bergizi. Serta kekinian melalui kegiatan teori dan praktek pengolahan pangan oleh para ahli gizi ahli kuliner lokal.

"Banyak yang beranggapan kalau makanan mahal itu bagus. Tapi belum tentu. Jadi kebutuhan gizi itu bisa dipenuhi dengan fasilitaS lokal yang ada di sekeliling kita jadi tidak perlu impor," katanya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)


 

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved