Breaking News:

BATAM TERKINI

KABAR GEMBIRA! Imigrasi Batam Tambah Kuota Pengurusan Paspor, Sehari Kini 320 Permohonan

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menambah kuota pengurusan paspor melalui aplikasi M-Paspor. Kini jumlah permohonan 320 paspor per hari.

Kompas.com
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menambah kuota pengurusan paspor melalui aplikasi M-Paspor. Kini jumlah permohonan 320 paspor per hari. Ilustrasi 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menambah kuota pengurusan paspor yang bisa dilakukan melalui aplikasi M-Paspor

Jika biasanya hanya tersedia kuota 200 permohonan sehari, saat ini kuota ditambah menjadi 220 paspor melalui kantor Imigrasi Batam.

Dan melalui kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Harbour Bay Kota Batam, sebanyak 100 paspor.

Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Tessa Harumdilla, mengatakan saat ini pengurusan paspor sangat banyak.

"Melihat animo masyarakat tinggi, makanya kita tambah kuota," kata Tessa.

Dia juga menjelaskan saat ini per harinya pengurusan yang bisa dikerjakan setiap hari sebanyak 320 paspor, baik pembuatan baru dan juga perpanjangan.

"Kalau kita lihat jumlah itu sudah cukup banyak," kata Tessa.

Baca juga: KADIN Batam Laporkan Operator Ferry Internasional Batam ke KPPU, Terkait Dugaan Kartel 

Baca juga: Uang Rp 10 Miliar Milik Korban Investasi Bodong di Batam Sulit Kembali, Ini Penjelasan Pakar Hukum

Dia menjelaskan jika ada warga yang ingin mengurus paspor dan belum berhasil masuk bisa dicoba kembali.

"Jadi memang semuanya sampai saat ini semua pengurusan harus menggunakan aplikasi," kata Tessa.

Sebab, untuk saat ini, pengurusan paspor di Imigrasi masih melalui sistem M-paspor, sementara untuk pengurusan langsung datang ke kantor imigrasi masih ditutup.

Sementara di tempat terpisah Thian warga Kota Batam, mengatakan dirinya sudah beberapa kali hendak melakukan perpanjangan paspor, namun selalu gagal masuk aplikasi.

"Kita bingung juga, soalnya sesuai peraturan di Singapura dimana enam bulan sebelum habis masa berlaku harus diperpanjang. Sementara kita masuk aplikasi selalu gagal karena kuota penuh,"kata Thian.

Yang paling disesalkan lagi, tidak ada operator yang bisa dihubungi, jika merasakan kendala dalam pengurusan.

"Ya kita berharap ada, castumer servis atau siapa yang bisa kita temui, untuk pengurusan administrasinya," kata Thian.

Dia juga berharap saat ini kondisi pandemi sudah terus melandai, Imigrasi bisa membuka kembali jalur pengursan secara manual.

"Tidak semua orang pandai menggunakan aplikasi," kata Thian. ( TRIBUNBATAM.id/Ian Sitanggang)

 

 

Sumber: Tribun Batam
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved