Breaking News:

Oknum Pegawai Bank Daerah Bikin Ulah, Hobi Judi Online Curi Uang Nasabah Rp 5 Miliar Lebih

Polisi menangkap seorang oknum pegawai bank daerah yang nekat mencuri uang nasabah hingga Rp 5 miliar lebih untuk judi online.

TribunBatam.id/Istimewa
Ilustrasi pencurian uang nasabah. Seorang oknum admin pegawai bank daerah nekat mencuri uang 71 nasabah hingga Rp 5 miliar lebih untuk bermain judi online. 

TRIBUNBATAM.id - Bank Riau Kepri (BRK) kembali menjadi sorotan.

Setelah kasus skimming yang melibatkan warga Bulgaria, Victor (38) yang menjadi otak aksi kejahatan dengan total kerugian Rp 800 juta.

Hingga membuat geger Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Kini oknum admin Bank Riau Kepri berinisial Rp (33) nekat mencuri uang nasabah bank daerah itu dari Pekanbaru, Provinsi Riau.

Tak tanggung-tanggung, penyidik Ditreskrimsus Polda Riau sedikitnya mengungkap 71 nasabah yang menjadi korban dengan total Rp 5,027 miliar.

Polisi mengungkap jika tersangka menggunakan uang itu untuk judi online.

Meski begitu, penyidik Polri tak percaya begitu saja.

Baca juga: Curi Uang dan Emas Senilai Puluhan Juta, Dua Pelaku Pencurian di Batam Diciduk Polisi

Baca juga: Pencurian di Banjarmasin, Pria Paruh Baya Asal Kelayan B Dibekuk, Terekam CCTV kala Curi Laptop

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau Kombes Sunarto mengatakan, petugas menahan serta menetapkan tersangka oknum pegawai Bank Riau Kepri itu sejak Sabtu (12/6/2022).

Tersangka diketahui melancarkan aksinya sejak dua tahun terakhir.

Modus pelaku, yakni membobol rekening nasabah lalu menarik uang korban menggunakan kartu ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

Para nasabah ini tidak memiliki sarana kartu ATM, tetapi ada penarikan melalui ATM.

Pegawai Bank Riau Kepri yang curiga kemudian melaporkan kepada atasannya dan dilaporkan ke polisi.

Kasus itu berawal dari laporan yang ditangani Subdit II Reskrimsus Polda Riau No: LP/B/290/VI/2022/SPKT/RIAU tanggal 24 Juni 2022.

Dalam laporan itu, diduga terjadi transaksi penarikan dana di rekening tabungan tanpa seizin nasabah pada 2020- 2022.

"Iya, tersangka berinisial RP (33) pegawai bank tersebut," ujar Sunarto saat dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan WhatsApp, Selasa (28/6/2022).

Ia mengatakan, pelaku ditangkap tim Ditreskrimsus Polda Riau yang dipimpin Kasubdit II Perbankan Kompol Teddy Ardian.

Sunarto menjelaskan bahwa RP merupakan pegawai admin Bank Riau Kepri.

Baca juga: Tips dan Cara Aman Terhindar dari Pembobolan Saldo Rekening Melalui Skimming ATM

Baca juga: CARA Agar tak Jadi Korban Kejahatan Skimming ATM Versi Polda Kepri

Dia mencuri uang 71 nasabah dengan total lebih dari Rp 5 miliar.

WARGA Bulgaria Otak Aksi Skimming

Penyidik Ditreskrimsus Polda Kepri sebelumnya menangkap warga Bulgaria, Victor serta dua tersangka lainnya Claudia dan Jp terkait kasus skimming Bank Riau Kepri.

Badan tegapnya jelas terlihat dibanding 2 tersangka lainnya, Claudia dan Jp saat ungkap kasus skimming Bank Riau Kepri.

Victor yang diketahui berumur 38 tahun itu rupanya merupakan otak dari kasus yang membuat bank daerah itu merugi hingga Rp 800 juta.

Bukan kali pertama Victor terlibat aksi kriminal.

Pria ini rupanya pernah terlibat kasus yang sama di negara asalnya.

Catatan Ditreskrimsus Polda Kepri, Victor masuk ke Indonesia sejak awal April lewat Bali.

Dari sana ia pun mulai melacak lokasi target yang akan menjadi sasaran.

Dalam melancarkan aksinya, Victor dibantu oleh dua tersangka lainnya, Claudia dan Jp yang merupakan warga Batam.

Claudia merupakan kekasih dari Victor yang telah menjalin kasih 2 tahun lamanya.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri, Kombes Pol Teguh Widodo menjelaskan, ketiga tersangka mulai melancarkan aksinya pada April 2022 lalu.

Baca juga: Tukang Becak di Jogja Lecehkan Dua Balita, Mabuk saat Beraksi, Iming-imingi Korban dengan Uang Jajan

Baca juga: Tertidur di Pinggir Jalan, Pria di Tanjungpinang Jadi Korban Pencurian saat Mabuk

Ketiganya memasang alat Skimmer di tiga lokasi berbeda, yakni di ATM Bank Riau Kepri kawasan Tiban Centre, ATM Bank Riau Kepri kawasan Nagoya dan dan ATM Bank Riau Kepri di kawasan Sekupang.

Hal ini diketahui pada saat adanya laporan nasabah Bank Riau Kepri, adanya nominal yang berkurang.

Dengan itu, Bank Riau Kepri melakukan investigasi internal dan menemukan adanya alat bukti skimming di beberapa ATM tersebut.

Adapun modus ketiga pelaku ini dengan cara memasangkan alat perangkat pembaca kartu dan mentransfer semua data ke kartu ATM pita magnetik kosong.

Teguh pun menerangkan cara kerja pelaku, jadi alat perangkat pembaca kartu di ATM Skimmer dipasang tepat di bawah mesin gesek kartu ATM.

Kemudian para tersangka mengambil Deep Insert Skimming serta alat pembaca Magnetik kartu ATM.

Di samping itu ketiga tersangka ini juga memasang alat penutup untuk menekan PIN.

Setelah data milik nasabah tersebut didapatkan tersangka memindahkannya ke kartu magnetik kosong untuk di olah kembali menggunakan alat EDC (Elektronic Data Capture), dengan menggunakan alat ini tersangka kemudian memindahkan data yang didapatkan ke kartu ATM yang kosong.

"Tetapi, data-data itu tidak sepenuhnya dikerjakan oleh VT. Akan tetapi VT meminta bantuan oleh rekannya berinisial A yang merupakan WNA untuk mentranskipkan data dan setelah itu kembali dikirimkan ke VT. Saat ini A sudah masuk ke daftar DPO dan saat ini kami terus melakukan pengembangan," tegasnya.

Baca juga: 2 Pencuri Gasak Alat Kerja Total Rp 50 Juta, Bengkong Batam Rawan Pencurian?

Baca juga: Tertidur di Pinggir Jalan, Pria di Tanjungpinang Jadi Korban Pencurian saat Mabuk

Bahkan untuk melakukan penarikan uang dari data nasabah, pelaku melakukan translasi penarikan via ATM.

Penarikan dilakukan lewat ATM bersama.

Dari kejahatan itu, uang yang berhasil dikumpulkan pelaku pun telah digunakan untuk keperluan di Bali.

“Totalnya ada senilai 800 juta Rupiah, namun yang tersisah saat ini tinggal 250 juta. Selebihnya sudah dipergunakan para pelaku,” kata Kombes Pol Teguh.

Dari hasil penyelidikan secara maraton itu, pihaknya berhasil menangkap tiga pelaku skimming Bank Riau Kepri pada Sabtu (21/5/2022) lalu di Bali dan Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan lebih dalam atas kejahatan tersebut.(TribunBatam.id) (Kompas.com/Idon Tanjung)

Baca juga Berita TribunBatam.id lainnya di Google

Sumber: Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved