Breaking News:

Amerika Serikat Umumkan Tambah Bantuan 20 Juta Dolar AS Bantu Krisis Ekonomi Sri Lanka

Amerika Serikat merinci penambahan bantuan hingga 20 juta dolar AS untuk Sri Lanka yang sedang menghadapi krisis ekonomi parah itu.

TribunBatam.id/AFP/SAUL LOEB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden bicara soal Kudeta Militer di Myanmar dan meminta kekuasaan dikembalikan ke pemerintahan sipil di Washington, DC, Kamis (4/2/2021). Amerika Serikat melalui Duta Besarnya mengumumkan penambahan bantuan senilai 20 juta dolar AS untuk memperkuat ketahanan pangan di Sri Lanka. 

TRIBUNBATAM.id - Amerika Serikat mengumumkan pemberian bantuan tambahannya sebesar 20 juta dolar AS untuk Sri Lanka.

Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan, penambahan bantuan itu guna memperkuat ketahanan pangan di sana.

Sri Lanka sedang menghadap krisis ekonomi hebat.

Hingga akhir Mei 2022, angka inflasi Sri Lanka pada akhir Mei lalu telah tembus mencapai 45,3 persen.

Sementara ekonom swasta menempatkan pendapatannya sebanyak 128 persen.

Dengan angka tersebut tentunya menambah beban inflasi di Sri Lanka.

Kondisi ini merupakan tertinggi kedua di dunia setelah Zimbabwe.

Baca juga: Sri Lanka Dihantam Krisis Hebat, Negara Desak Perantau Kirim Uang Buat Beli Makanan

Baca juga: KKP Periksa dan Awasi Rig Berbendera Sri Lanka di Perairan Batu Ampar Batam

Dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 yang digelar di Munich Jerman pada Selasa (28/6) waktu setempat, bantuan yang baru diposting ini akan menargetkan warga Sri Lanka yang paling membutuhkan selama krisis ekonomi saat ini.

Pendanaan ini bertujuan untuk mendukung program gizi sekolah yang akan memberi makan lebih dari 800.000 anak-anak Sri Lanka dan menyediakan kupon makanan untuk lebih dari 27.000 wanita hamil serta menyusui selama 15 bulan ke depan.

Upaya tersebut juga diharapkan mendukung sekitar 30.000 petani melalui kontribusi bantuan pertanian dan uang tunai untuk meningkatkan produksi pangan masyarakat Sri Lanka yang rentan.

"Pengumuman Presiden Biden sebesar 20 juta dolar AS sebagai bantuan tambahan untuk Sri Lanka, menunjukkan komitmen berkelanjutan AS terhadap ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, dan kesejahteraan ekonomi semua rakyat Sri Lanka," kata Duta Besar AS untuk Sri Lanka, Julie Chung seperti dilansir DailyMirror seperti diberitakan Tribunnews.com, Rabu (29/6/2022).

Chung pun menegaskan bahwa AS akan terus mendukung upaya Sri Lanka untuk mempromosikan stabilitas ekonomi dan akan memastikan bantuan ini menjangkau masyarakat serta anak-anak yang paling membutuhkan.

Bantuan kemanusiaan senilai 20 juta dolar AS yang diumumkan pada Selasa waktu Jerman, dibangun di atas hampir 12 juta dolar AS komitmen yang dibuat AS baru-baru ini dalam bantuan ekonomi dan kemanusiaan, dengan total 32 juta dolar AS dalam dukungannya untuk rakyat Sri Lanka sejak 16 Juni lalu.

Pendanaan pun diberikan melalui Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan akan ditujukan kepada mitra yang mematuhi standar pemantauan serta evaluasi yang diakui secara global.

Baca juga: Sumpah Menhan China Hentikan Deklarasi Kemerdekaan Taiwan, Amerika Serikat Jangan Ikut Campur

Baca juga: Elon Musk Sebut Amerika Serikat Bakal Hadapi Resesi Ekonomi, Pebisnis Lain Cemas

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved