MAPPI Kepri Gelar Pendidikan Profesional Lanjutan Teknis Penilaian Kapal di Batam
Masyarakat Profesi Penilaian Indonesia (MAPPI) menggelar Pendidikan Profesional Lanjutan terkait penerapan teknis penilaian kapal di Batam, Kepri
Penulis: Renhard Patrecia Sibagariang | Editor: Agus Tri Harsanto
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Masyarakat Profesi Penilaian Indonesia (MAPPI) menggelar Pendidikan Profesional Lanjutan terkait penerapan teknis penilaian kapal di Batam, Kepri akhir pekan ini.
Pendidikan Profesional Lanjutan terkait penerapan teknis penilaian kapal ini digelar MAPPI Kepri selama dua hari di Hotel Nagoya Hill, Batam, pada Jumat-Sabtu, 1-2 Juli 2022.
Ketua DPD MAPPI Kepri Fatwa Nikmatullah didampingi ketua panitia Iqbal Fahrul Rozi, menyebutkan Pendidikan Profesional Lanjutan terkait penerapan teknis penilaian kapal ini menghadirkan sejumlah pakar, praktisi dan konsultan yang ahli di bidang Perkapalan.
Praktisi atau konsultan Perkapalan yang akan tampil sebagai pemateri adalah Djoko Wiwin Sunarno dan Gahara Herawati, ST, M. Mar dari KSOP Khusus Batam, Konsultan Perkapalan Alumni ITS Surabaya Darwin Setiyawan, Ir Hamid Yusuf MM (Komite Penyusun Standar Penilaian Indonesia /KPSPI), hingga Ivan Togatorop ST dari Tim KPSPI
Kuota peserta sudah penuh dan pendaftaran peserta untuk Pendidikan Profesional Lanjutan terkait penerapan teknis penilaian kapal ini, sudah ditutup.
Semua peserta, selain mendapatkan pengetahuan dari para pemateri yang ahli di bidang perkapalan, juga akan melakukan kunjungan ke galangan kapal PT Bahtera Bahari Shipyard di Punggur, dan menjalani workshop.
Fatwa Nikmatullah menyebutkan Pendidikan Profesional Lanjutan ini bertujuan agar peserta yang bergerak di bidang penilaian perkapalan memahami kondisi pasar atau bisnis kapal saat ini.
"Peserta juga bisa memahami komponen-komponen dalam pembentukan biaya baru suatu kapal, hingga mengidentifikasi obyek kapal secara benar baik dari segi fisik dan legalistasnya," ujar Fatwa Nikmatullah.
Fatwa berharap dengan adanya Pendidikan Profesional Lanjutan ini, peserta makin memahami bagaimana kegiatannya berjalan sesuai kode etik penilaian dan standar penilaian Indonesia (SPI).
"Karena Pendidikan Profesional Lanjutan akan memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengumpulkan data kapal termasuk data pembanding secara benar dan melakukan analisa dengan pendekatan dan motode serta analisis yang tepat," ujar Fatwa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mappi-kepri.jpg)